TfY7GUziTSC9BSGpTSOoBUz7TY==
Light Dark
UPI Apresiasi Guru Inovatif pada Hardiknas 2026

UPI Apresiasi Guru Inovatif pada Hardiknas 2026

UPI Apresiasi Guru Inovatif pada Hardiknas 2026
Daftar Isi
×
Kabaran Jabar, - Bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Universitas Pendidikan Indonesia memberikan penghargaan kepada tiga guru inspiratif asal Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Garut.

Ketiganya dinilai berhasil menghadirkan inovasi serta memberikan dampak nyata dalam dunia pendidikan melalui keahlian, karya, dan integritas yang mereka miliki.

Adapun penerima penghargaan tersebut adalah Kusman Subarja (guru SMKN 2 Cimahi), Lusijani (guru SMA Plus Babussalam, Cimenyan, Kabupaten Bandung), serta Budi Suhardiman (Kepala SMPN 1 Karangpawitan, Garut).

Penghargaan diserahkan langsung oleh Rektor UPI, Didi Sukyadi, dalam acara yang berlangsung di Gedung Rektorat UPI, Jalan Setiabudi, Bandung, Sabtu (2/5/2026).

Pemberian penghargaan ini menjadi langkah strategis UPI dalam mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi berkelanjutan dengan para alumni.

Melalui beragam profesi yang dijalani lulusan UPI, diharapkan lahir masukan konstruktif bagi penguatan peran UPI dalam pengembangan pendidikan nasional serta kontribusinya bagi masyarakat Indonesia.

Ketiga penerima penghargaan merupakan alumni UPI yang menunjukkan keunggulan di bidang masing-masing.

Kusman Subarja dikenal melalui pengembangan teknologi tepat guna dalam pembelajaran, Lusijani menonjol dalam penguatan literasi Islami, sementara Budi Suhardiman aktif menghasilkan karya literasi dan penelitian pendidikan.

Kompetensi tersebut mereka implementasikan secara konsisten dalam praktik pendidikan sehari-hari.

Rektor UPI, Didi Sukyadi, menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan inisiatif perdana yang diharapkan menjadi tradisi berkelanjutan.

“Apresiasi ini tidak hanya sebagai bentuk penghormatan, tetapi juga menjadi motivasi bagi para guru lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi. Kami berharap terbangun komunikasi yang lebih kuat antara UPI dengan para lulusan, demi peningkatan kualitas institusi ke depan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Didi Sukyadi menekankan bahwa kemajuan bangsa tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses panjang yang dibangun secara sadar, salah satunya melalui penguatan budaya literasi.

Menurutnya, membaca bukan sekadar aktivitas akademik, tetapi fondasi berpikir yang membentuk cara pandang, sikap, dan kemampuan individu dalam menghadapi kehidupan.

Ia juga menyinggung sejarah global, di mana transformasi besar seperti Revolusi Industri di Eropa tidak hanya didorong oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh meningkatnya kemampuan literasi masyarakat.

Hal serupa tercermin pada negara seperti Singapura, yang mampu menjadi bangsa maju meski memiliki keterbatasan sumber daya alam, berkat konsistensi dalam membangun budaya literasi sejak dini.

“Pendidikan harus diarahkan tidak hanya untuk mengejar capaian nilai, tetapi juga membentuk kebiasaan membaca, berpikir kritis, dan kemampuan memahami informasi secara mendalam,” pungkasnya. ***
UPI Apresiasi Guru Inovatif pada Hardiknas 2026

UPI Apresiasi Guru Inovatif pada Hardiknas 2026

Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:

0Komentar