Kabaran Jabar, - Komunitas Musik Rockarola terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung perkembangan musisi lokal dengan menghadirkan ruang kolaborasi, distribusi karya, hingga pendampingan bagi para pelaku seni musik dari berbagai genre.
Berawal dari semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap musik, Rockarola yang berada di bawah naungan BBMC hadir sebagai wadah yang memfokuskan diri pada bidang hiburan dan pengembangan karya musik.
Selain itu, komunitas yang berawal dari lingkungan pecinta otomotif dan anak motor ini juga memiliki mimpi besar untuk membangun pusat kreativitas musik yang lengkap.
Melalui berbagai program yang dijalankan, komunitas ini berupaya membantu para musisi agar karya mereka dapat dikenal lebih luas.
Di acara sebuah program Lite Rock salah satu stasiun radio K-Lite FM, wakil koordinator Rockarola, menjelaskan bahwa komunitas tersebut terbuka bagi seluruh musisi yang memiliki karya orisinal.
Menurutnya, tujuan utama Rockarola adalah menjadi rumah bagi para seniman musik untuk berkembang bersama.
“Musik adalah ekosistem yang tidak bisa berdiri sendiri. Karena itu kami ingin menjadi ruang kolaborasi bagi para musisi lokal agar bisa tumbuh bersama dan saling mendukung,” ujarnya.
Sejak mulai aktif mengembangkan karya pada 2023, Rockarola telah berhasil merilis enam single dari lima artis berbeda.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa komunitas ini tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga mampu menghasilkan karya nyata yang dapat dinikmati masyarakat.
Selain fokus pada distribusi karya digital, Rockarola juga rutin menggelar kegiatan latihan bersama, diskusi musik, hingga pertunjukan yang melibatkan berbagai komunitas dan genre musik.
Bahkan, komunitas ini mulai membuka ruang bagi musisi dari genre underground, metal, hingga musik tradisional untuk berkolaborasi dalam satu ekosistem yang sama.
Menurut para pengurus, salah satu tantangan terbesar musisi lokal saat ini adalah kurangnya akses promosi dan jaringan.
Karena itu, Rockarola hadir untuk membantu para musisi yang masih merintis karier agar mendapatkan kesempatan yang lebih luas dalam memperkenalkan karya mereka kepada publik.
Ke depan, Rockarola menargetkan diri berkembang menjadi manajemen artis dan label musik yang memiliki legalitas resmi.
Saat ini berbagai bentuk kerja sama dengan para musisi telah dilakukan melalui sistem pendampingan dan distribusi karya secara profesional.
“Kami ingin membantu teman-teman yang memiliki karya agar tidak berhenti hanya menjadi file di komputer atau laptop. Karya mereka harus didengar oleh masyarakat luas,” ungkap salah satu pengurus.
Rockarola juga mengajak seluruh musisi lokal, khususnya yang berada di Bandung dan Jawa Barat, untuk bergabung, berdiskusi, dan memperkenalkan karya mereka.
Melalui semangat gotong royong dan kolaborasi, komunitas ini berharap dapat melahirkan lebih banyak musisi berbakat yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
Dengan semangat “babarengan”, Rockarola optimistis dapat menjadi salah satu motor penggerak kebangkitan musik independen serta memperkuat posisi Bandung sebagai salah satu kota penghasil musisi terbaik di Indonesia.
Tak hanya itu, Rockarola juga berharap Bandung kembali memiliki lebih banyak festival musik berkualitas yang mampu menjadi ruang ekspresi bagi para pelaku seni lokal.
Menurut mereka, keberadaan festival rutin akan menjadi pendorong tumbuhnya industri musik yang sehat dan berkesinambungan.
"Kami ingin menjadi jembatan bagi musisi lokal agar karya mereka tidak hanya tersimpan di perangkat pribadi, tetapi bisa didengar dan diapresiasi oleh masyarakat luas," pungkasnya. (Bd20)
Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:



0Komentar