Kabaran Jabar, - Pemerintah Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kegiatan keagamaan dan pemberdayaan masyarakat melalui program pemberian insentif kepada para guru ngaji dan marbot masjid. Kegiatan penyaluran insentif tersebut berlangsung di Aula Desa Tugu Utara dan dihadiri oleh para penerima manfaat serta unsur pemerintahan desa.
Kepala Desa Tugu Utara, Asep Ma'mun Nawawi, menyampaikan bahwa pemberian insentif ini merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan atas dedikasi para guru ngaji yang selama ini berperan aktif dalam membina pendidikan agama Islam di lingkungan masyarakat, serta para marbot yang senantiasa menjaga dan mengelola masjid sebagai pusat kegiatan ibadah dan sosial keagamaan.
Dalam pemaparannya, Asep menjelaskan bahwa program insentif tersebut didukung oleh beberapa sumber pendanaan desa. Sebanyak 25 guru ngaji menerima insentif yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD), 37 guru ngaji dari Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah (BHPRD), serta 38 guru ngaji dan 24 marbot yang dibiayai melalui Pendapatan Asli Desa (PADes).
"Dari sumber PADes sendiri, terdapat 62 penerima yang terdiri dari guru ngaji dan marbot. Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah desa terhadap para tokoh dan pelayan keagamaan yang telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," jelasnya.
Secara keseluruhan, program ini menjangkau 100 guru ngaji dan 24 marbot yang tersebar di wilayah Desa Tugu Utara. Masing-masing guru ngaji menerima insentif sebesar Rp200.000 per bulan, sedangkan marbot memperoleh Rp100.000 per bulan, yang disesuaikan dengan ketentuan serta kemampuan keuangan desa.
Menurut Asep, meskipun nominal yang diberikan belum sepenuhnya mencerminkan besarnya pengabdian para guru ngaji dan marbot, namun pemerintah desa berharap bantuan tersebut dapat menjadi motivasi dan penyemangat dalam menjalankan tugas mulia mereka.
"Peran guru ngaji dan marbot sangat penting dalam membangun generasi yang berakhlak baik serta menjaga fungsi masjid sebagai pusat kegiatan umat. Pemerintah desa berupaya memberikan perhatian sesuai kemampuan anggaran yang dimiliki," ujar Asep Ma'mun Nawawi.
Program pemberian insentif ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat karena dinilai sebagai langkah nyata pemerintah desa dalam meningkatkan kesejahteraan para pelaku pendidikan keagamaan dan pengurus rumah ibadah. Kehadiran guru ngaji dan marbot selama ini telah menjadi bagian penting dalam membentuk karakter masyarakat yang religius, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Melalui program tersebut, Pemerintah Desa Tugu Utara menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan keagamaan sebagai salah satu pilar pembangunan desa. Selain meningkatkan kesejahteraan para penerima manfaat, kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kehidupan spiritual masyarakat serta menjaga keberlangsungan pendidikan agama nonformal di tingkat desa.
Dengan adanya perhatian yang berkelanjutan dari pemerintah desa, diharapkan para guru ngaji dan marbot dapat terus menjalankan pengabdian mereka dengan penuh semangat, sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Desa Tugu Utara. (Poy)
Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:


0Komentar