Kabaran Jabar, - Honda Sonic Club Bandung (HSCB) terus meneguhkan eksistensinya sebagai komunitas otomotif yang mengedepankan nilai persaudaraan, kreativitas, dan keselamatan berkendara.
Memasuki satu dekade perjalanan sejak berdiri pada April 2016, HSCB berkomitmen menjadi wadah positif bagi para pengguna Honda Sonic sekaligus berkontribusi bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut dilaksanakan d Cafe Teratai, Jalan Mukodar, Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, pada Minggu (26/7/2026).
Pendiri Honda Sonic Club Bandung, Iman Kurniawan, mengatakan HSCB lahir dari kesamaan visi lima orang pendiri yang ingin menghimpun para pengguna Honda Sonic dalam sebuah komunitas yang tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga mampu menyalurkan hobi ke arah yang lebih positif.
"HSCB didirikan pada April 2016 dengan tujuan merangkul teman-teman pengguna Honda Sonic yang memiliki hobi berkendara, touring, hingga balap. Kami ingin mengubah stigma bahwa komunitas motor identik dengan hal-hal negatif. Justru kami ingin membuktikan bahwa hobi otomotif dapat disalurkan melalui kegiatan yang kreatif, edukatif, dan bermanfaat," ujar Iman.
Menurutnya, HSCB memberikan ruang bagi setiap anggota untuk mengembangkan minat dan bakat sesuai passion masing-masing. Anggota yang memiliki ketertarikan di dunia balap diarahkan mengikuti kompetisi resmi, sementara pecinta modifikasi didorong mengikuti berbagai kontes modifikasi kendaraan.
Selain aktif dalam dunia otomotif, HSCB juga rutin menggelar kegiatan sosial, touring, kopi darat (kopdar), hingga berbagai agenda kebersamaan guna mempererat hubungan antaranggota.
Iman menjelaskan, semangat kekeluargaan menjadi fondasi utama komunitas. HSCB tidak pernah memaksakan anggotanya untuk selalu hadir dalam setiap kegiatan, melainkan mengedepankan saling pengertian terhadap kondisi masing-masing.
"Kami selalu mengutamakan kebersamaan. Tidak ada paksaan, yang terpenting saling memahami dan saling mendukung. HSCB bukan hanya sekadar klub motor, tetapi sudah menjadi keluarga," katanya.
Hingga saat ini, HSCB telah memiliki sekitar 120 anggota yang tergabung dalam tujuh angkatan sejak pertama kali dibentuk. Keanggotaan komunitas pun terbuka bagi siapa saja tanpa memandang suku, agama, maupun asal daerah.
"Kami menerima siapa saja yang memiliki semangat yang sama. Banyak anggota berasal dari luar Bandung yang kini merasa nyaman dan menganggap HSCB sebagai keluarga kedua," ungkapnya.
Dalam perjalanan selama sepuluh tahun, tantangan terbesar yang dihadapi komunitas adalah menjaga konsistensi dan mempertahankan keaktifan para anggota.
Menurut Iman, regenerasi dan inovasi program menjadi kunci agar komunitas tetap hidup dan berkembang.
"Bagaimana caranya teman-teman yang mulai jenuh bisa kembali aktif, itu menjadi tantangan terbesar kami. Karena mempertahankan komunitas jauh lebih sulit daripada membentuknya," jelasnya.
Iman juga berharap pemerintah dapat memberikan ruang dan dukungan kepada komunitas motor sebagai mitra dalam berbagai kegiatan sosial maupun kampanye keselamatan berlalu lintas.
"Kami ingin pemerintah melihat komunitas motor sebagai mitra yang bisa dilibatkan dalam berbagai program. Selama ini kami juga sering mendapat undangan dari kepolisian untuk mendukung kegiatan sosialisasi keselamatan berkendara maupun program lainnya. Kami siap berkontribusi apabila dibutuhkan," tuturnya.
Sementara itu, Gandi, yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal HSCB, menyatakan kesiapan kepengurusan baru untuk melanjutkan semangat yang telah dibangun para pendiri.
Ia menegaskan, kepengurusan periode 2026–2028 akan terus memperkuat solidaritas, meningkatkan kreativitas anggota, serta memperluas manfaat keberadaan HSCB bagi masyarakat dan dunia otomotif.
Dengan semangat persaudaraan, kekompakan, dan inovasi, Honda Sonic Club Bandung optimistis dapat terus berkembang menjadi komunitas otomotif yang profesional, berprestasi, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya dalam membangun budaya berkendara yang aman, tertib, dan bertanggung jawab.
Tak hanya itu Ketua Umum Honda Sonic Club Bandung (HSCB) periode 2026–2028 terpilih, Doni Purba, mengungkapkan bahwa kepengurusan baru berkomitmen membawa HSCB menjadi komunitas yang semakin maju, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai kekeluargaan, solidaritas, serta semangat positif yang telah menjadi identitas HSCB sejak berdiri.
"Kami ingin HSCB terus berkembang mengikuti perkembangan zaman dengan menghadirkan berbagai inovasi dalam setiap program dan kegiatan. Namun, yang terpenting adalah tetap mempertahankan nilai-nilai kebersamaan, saling menghargai, dan kepedulian yang selama ini menjadi fondasi komunitas. Harapan kami, HSCB tidak hanya dikenal sebagai komunitas motor, tetapi juga sebagai wadah yang mampu memberikan manfaat bagi anggotanya maupun masyarakat luas melalui kegiatan yang positif, kreatif, dan inspiratif," ujar Doni Purba. (Bd20)
Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:




0Komentar