TfY7GUziTSC9BSGpTSOoBUz7TY==
Light Dark
Semangat "Satu Pena, Satu Suara", Mang Aghil Ajak Jurnalis Utamakan Integritas dan Profesionalisme

Semangat "Satu Pena, Satu Suara", Mang Aghil Ajak Jurnalis Utamakan Integritas dan Profesionalisme

Semangat "Satu Pena, Satu Suara", Mang Aghil Ajak Jurnalis Utamakan Integritas dan Profesionalisme
Daftar Isi
×
Kabaran Jabar, - Profesionalisme, independensi, dan keberpihakan pada kepentingan publik menjadi fondasi utama yang ditekankan Pimpinan Redaksi nyaringindonesia.com, Agus Gunawan atau yang akrab disapa Mang Aghil, dalam wawancara bertema "Jurnalis Cimahi: Satu Pena, Satu Suara – Satu Pena, Satu Cerita".

Mang Aghil menjelaskan bahwa slogan "Satu Pena, Satu Suara" bukan sekadar kalimat pemersatu, tetapi mencerminkan tanggung jawab setiap jurnalis untuk menghadirkan informasi yang akurat, edukatif, serta bermanfaat bagi masyarakat tanpa dipengaruhi kepentingan tertentu.

Menurutnya, tugas utama seorang wartawan adalah mencari fakta, memverifikasi informasi, lalu menyampaikannya secara objektif sesuai kondisi di lapangan.

"Jurnalis harus menyampaikan fakta apa adanya, bukan menggiring opini. Etika dan profesionalisme harus selalu menjadi pedoman dalam setiap pemberitaan," ujar.

Ia menilai keberadaan organisasi profesi, kelompok kerja (pokja), maupun komunitas wartawan hanyalah sarana untuk berhimpun. Yang menjadi ukuran sesungguhnya adalah kualitas, integritas, dan karya yang dihasilkan oleh masing-masing jurnalis.

"Jangan hanya membawa nama organisasi atau mengaku wartawan, tetapi tidak memiliki karya maupun kontribusi nyata. Publik akan menilai dari hasil kerja dan integritas kita," katanya.

Mang Aghil juga mendorong setiap organisasi wartawan untuk terus meningkatkan kualitas anggotanya melalui pendidikan, pembinaan, dan evaluasi secara berkelanjutan agar profesionalisme tetap terjaga.

Berbekal pengalamannya sebagai wartawan di Kota Cimahi, ia mengatakan bahwa profesi jurnalis tidak cukup hanya meliput agenda resmi.

Seorang wartawan juga harus memiliki kepekaan dalam menangkap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Semangat "Satu Pena, Satu Suara", Mang Aghil Ajak Jurnalis Utamakan Integritas dan Profesionalisme
Semangat "Satu Pena, Satu Suara", Mang Aghil Ajak Jurnalis Utamakan Integritas dan Profesionalisme
"Insting berita sangat penting. Wartawan harus mampu membaca situasi, mencari data yang valid, lalu menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat. Kita menjadi penghubung aspirasi masyarakat kepada pemerintah sekaligus menyampaikan program pemerintah kepada masyarakat," jelasnya.

Selain mengangkat berbagai persoalan publik, ia menilai media juga memiliki tanggung jawab menyebarluaskan kisah-kisah inspiratif yang mampu memberikan motivasi serta pembelajaran bagi masyarakat.

Saat ditanya mengenai pengalaman paling berkesan selama menjalani profesi jurnalistik, Mang Aghil mengaku keuntungan terbesar yang dirasakannya bukanlah materi, melainkan bertambahnya jaringan pertemanan dan persaudaraan dari berbagai kalangan.

"Rezeki terbesar saya adalah memiliki banyak saudara dan relasi. Profesi ini mempertemukan kita dengan banyak orang, mulai dari masyarakat hingga pejabat, dan itu menjadi modal penting dalam bekerja," ungkapnya.

Meski demikian, ia mengakui tantangan terbesar yang dihadapi wartawan saat ini adalah memperoleh data yang akurat serta narasumber yang bersedia memberikan keterangan secara terbuka.

Karena itu, membangun jaringan yang luas dinilai menjadi salah satu kunci keberhasilan seorang jurnalis.

"Terkadang isu sudah ada, tetapi data sulit didapat atau narasumber enggan berbicara. Di situlah pentingnya membangun kepercayaan dan jaringan agar proses verifikasi berjalan dengan baik," tuturnya.

Dalam pandangannya, hubungan antara pemerintah, media, dan masyarakat harus dibangun di atas keterbukaan informasi serta komunikasi yang sehat. Pemerintah, kata dia, tidak perlu ragu memberikan klarifikasi terhadap berbagai persoalan yang berkembang.

"Klarifikasi bukanlah sesuatu yang harus dihindari. Justru itu bagian dari transparansi kepada publik. Jika tidak ada penjelasan, masyarakat bisa menafsirkan informasi sesuai persepsinya masing-masing," ujarnya.

Mang Aghil juga mengajak seluruh insan pers untuk menjaga solidaritas tanpa memandang asal media maupun organisasi. Menurutnya, sesama wartawan harus saling mendukung dan berbagi informasi, bukan saling menjatuhkan.

"Pada akhirnya kita semua berada dalam profesi yang sama. Kebersamaan dan saling menghormati jauh lebih penting daripada perbedaan wadah organisasi," tegasnya.

Kepada para jurnalis muda, ia berpesan agar terus memperkaya pengetahuan jurnalistik dan mengutamakan kualitas karya. Kepercayaan masyarakat, menurutnya, hanya bisa diraih melalui berita yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Tunjukkan kemampuan melalui karya nyata. Mulailah dari mencari isu, mengumpulkan data, melakukan verifikasi, hingga menyajikan berita yang berkualitas. Dari situlah kredibilitas seorang jurnalis dibangun," katanya.

Mengakhiri wawancara, Mang Aghil kembali menegaskan bahwa semangat "Satu Pena, Satu Suara – Satu Pena, Satu Cerita" merupakan ajakan untuk mempererat persatuan insan pers dengan tetap mengedepankan profesionalisme, integritas, dan komitmen menghadirkan informasi yang benar bagi masyarakat.

"Di lapangan kita semua adalah jurnalis. Organisasi atau pokja hanyalah wadah. Yang terpenting adalah menjaga integritas, saling mendukung, dan terus menghadirkan karya jurnalistik yang bermanfaat bagi publik," pungkas Pimpinan Redaksi nyaringindonesia.com, Agus Gunawan saat didatangin di kediaman rumahnya, Kalidam, Kel. Karang Mekar, Kota Cimahi, pada Minggu, (2/8/2026). (Bd20)
Semangat "Satu Pena, Satu Suara", Mang Aghil Ajak Jurnalis Utamakan Integritas dan Profesionalisme
Semangat "Satu Pena, Satu Suara", Mang Aghil Ajak Jurnalis Utamakan Integritas dan Profesionalisme

Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:

0Komentar