Kabaran Jabar, - Penyaluran bantuan beras kepada masyarakat kembali mendapat sorotan. Salah seorang warga yang mengaku tidak mendapatkan bantuan berupa tiga karung beras menyampaikan rasa kecewanya atas kondisi tersebut.
Warga tersebut, sebut saja Anas Andreas, mengaku kecewa lantaran dirinya tidak menerima bantuan yang diperuntukkan bagi masyarakat.
Menurutnya, bantuan pangan seharusnya dapat disalurkan secara tepat sasaran dan transparan sehingga tidak menimbulkan rasa ketidakadilan di tengah masyarakat.
“Terus terang saya merasa kecewa. Kalau memang bantuan ini diperuntukkan bagi warga yang membutuhkan, tentu saya berharap pendataannya jelas dan pembagiannya dilakukan secara adil,” ujar Anas kepada Kabaran Jabar, pada Senin (24/8/2026).
Ia berharap pihak terkait dapat memberikan penjelasan mengenai mekanisme pendataan penerima bantuan, termasuk kriteria warga yang berhak memperoleh bantuan beras tersebut.
Anas juga meminta agar proses penyaluran bantuan dilakukan secara terbuka dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial.
Menurutnya, persoalan bantuan bukan hanya mengenai jumlah beras yang diterima, tetapi menyangkut rasa keadilan dan perhatian pemerintah terhadap masyarakat.
“Saya tidak ingin mempermasalahkan bantuan semata. Yang saya harapkan adalah kejelasan. Kalau memang saya tidak masuk sebagai penerima, sebaiknya dijelaskan alasannya,” katanya.
Ia berharap pemerintah maupun pihak yang bertanggung jawab atas penyaluran bantuan dapat melakukan evaluasi terhadap data penerima agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang memenuhi kriteria.
Keluhan tersebut menjadi pengingat bahwa ketepatan data, transparansi, dan komunikasi kepada masyarakat merupakan bagian penting dalam setiap proses penyaluran bantuan sosial.
Dengan demikian, program bantuan dapat berjalan sesuai tujuan dan tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.
Anas menegaskan dengan nada keras, “Wartawan itu punya gaji atau tidak, bukan berarti harus dibedakan. Kalau memang ada bantuan yang diberikan kepada masyarakat, seharusnya pendistribusiannya dilakukan secara adil dan tidak melihat profesi seseorang. Kami juga bagian dari masyarakat yang berhak mendapatkan perlakuan yang sama,” ujar Anas.
Anas berharap adanya keadilan dalam setiap penyaluran bantuan kepada masyarakat. Menurutnya, bantuan semestinya diberikan secara merata dan tepat sasaran tanpa membedakan latar belakang maupun profesi seseorang.
Anas mengatakan dengan nada keras, itu beras dikemakan.
“Yang kami harapkan hanya keadilan. Jangan karena seseorang berprofesi sebagai wartawan kemudian dibedakan. Wartawan punya gaji atau tidak, tetap sama-sama masyarakat yang berhak mendapatkan perlakuan yang adil,” ujar Anas. (Bd20)





0Komentar