TfY7GUziTSC9BSGpTSOoBUz7TY==
Light Dark
COBRA Desak Evaluasi Total Program MBG, Soroti Kasus Keracunan

COBRA Desak Evaluasi Total Program MBG, Soroti Kasus Keracunan

COBRA Desak Evaluasi Total Program MBG, Soroti Kasus Keracunan
Daftar Isi
×
Kabaran Jabar, - Organisasi Masyarakat (Ormas) COBRA Commando Baros Ranger menyampaikan pernyataan sikap terkait sejumlah kasus dugaan keracunan yang dikaitkan dengan pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Melalui pernyataan yang diterima, COBRA menyatakan keprihatinannya terhadap beredarnya video yang memperlihatkan sejumlah anak sekolah mendapatkan penanganan medis di unit gawat darurat (UGD). Kondisi tersebut dinilai menimbulkan kekhawatiran bagi para orang tua dan masyarakat.

COBRA menilai persoalan keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG tidak boleh dianggap sebagai hal biasa.

Organisasi tersebut meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh dan transparan terhadap pelaksanaan program, khususnya dari sisi keamanan makanan, standar kebersihan, pengawasan, hingga mekanisme pertanggungjawaban.

“Stop normalisasi keracunan MBG. Evaluasi total sekarang!” demikian salah satu poin utama dalam pernyataan sikap COBRA Commando Baros Ranger.

Menurut COBRA, munculnya berbagai laporan mengenai dugaan kasus keracunan di sejumlah daerah perlu menjadi perhatian serius pemerintah.

Organisasi tersebut juga menyoroti kekhawatiran orang tua yang mulai mempertimbangkan membawa bekal sendiri bagi anak-anak mereka sebagai bentuk kehati-hatian.
COBRA Desak Evaluasi Total Program MBG, Soroti Kasus Keracunan
COBRA Desak Evaluasi Total Program MBG, Soroti Kasus Keracunan
Bagi COBRA, tujuan program MBG yang dimaksudkan untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas generasi muda harus berjalan beriringan dengan jaminan keamanan pangan.

Lima Tuntutan COBRA kepada Pemerintah

COBRA Commando Baros Ranger menyampaikan lima tuntutan kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Pertama, audit dapur MBG secara menyeluruh. Audit tersebut mencakup aspek higiene dan sanitasi, penerapan standar operasional prosedur (SOP), kualitas bahan baku, proses pengolahan makanan, serta kompetensi tenaga yang terlibat. COBRA meminta dapur yang tidak memenuhi standar dievaluasi dan, apabila diperlukan, dihentikan sementara hingga memenuhi persyaratan.

Kedua, memperkuat keterlibatan tenaga ahli dan lembaga pengawas. COBRA meminta pemerintah melibatkan ahli gizi, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta dinas kesehatan di masing-masing daerah dalam pengawasan pelaksanaan MBG.

Ketiga, membangun sistem pengaduan 24 jam dan menerapkan sanksi tegas. Menurut COBRA, setiap laporan terkait dugaan keracunan harus segera ditindaklanjuti melalui mekanisme investigasi yang jelas. Pihak yang terbukti lalai, menurut mereka, harus diberikan sanksi sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Keempat, mengutamakan keselamatan anak. COBRA menegaskan bahwa pelaksanaan program tidak boleh mengorbankan keselamatan peserta didik. Apabila ditemukan bagian dari sistem yang belum memenuhi standar keamanan, pemerintah diminta melakukan perbaikan terlebih dahulu.

Kelima, memberikan kompensasi kepada korban. COBRA meminta pemerintah memastikan korban mendapatkan penanganan medis, termasuk pembiayaan perawatan, pemulihan psikologis atau trauma healing, serta jaminan kesehatan apabila terdapat dampak kesehatan jangka panjang yang terbukti berkaitan dengan kejadian tersebut.

COBRA: Tujuan MBG Harus Sejalan dengan Keamanan Pangan

COBRA menegaskan bahwa pihaknya tidak mempersoalkan tujuan program MBG yang dinilai memiliki tujuan positif bagi masyarakat. Namun, pelaksanaan program tersebut harus disertai sistem pengawasan yang kuat dan transparan.

“Program bagus tanpa eksekusi bagus = racun. MBG harus menjadi solusi, bukan menjadi polemik dan trauma nasional,” tegas COBRA dalam pernyataan sikapnya.

COBRA juga menyerukan kepada para orang tua agar tidak takut menyampaikan keluhan maupun laporan apabila menemukan persoalan terkait makanan yang diberikan kepada anak melalui program MBG.

“Anak sehat, negara kuat. Anak keracunan, siapa yang rugi?” demikian pesan penutup dalam pernyataan sikap tersebut.

Cimahi, 13 September 2026
Ketua Umum Ormas (COBRA), Commando Baros Ranger, Deddy Supriadi.

Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:

0Komentar