TfY7GUziTSC9BSGpTSOoBUz7TY==
Light Dark
Gerakan Peduli Tetangga Dorong Peran RT dan RW Kawal Kesejahteraan Warga

Gerakan Peduli Tetangga Dorong Peran RT dan RW Kawal Kesejahteraan Warga

Gerakan Peduli Tetangga Dorong Peran RT dan RW Kawal Kesejahteraan Warga
Daftar Isi
×
Kabaran Jabar, - Persoalan kesejahteraan masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Lingkungan tempat warga tinggal juga memiliki peran penting dalam memastikan masyarakat yang membutuhkan perhatian tidak luput dari pendataan maupun akses pelayanan sosial.

Semangat tersebut sejalan dengan langkah Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Pemerintah Kota Jakarta Pusat yang menyiapkan lebih dari 4.000 ketua RT menjadi Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) melalui program Gerakan Peduli Tetangga.
Gerakan Peduli Tetangga Dorong Peran RT dan RW Kawal Kesejahteraan Warga
Gerakan Peduli Tetangga Dorong Peran RT dan RW Kawal Kesejahteraan Warga
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa gerakan tersebut menempatkan kepedulian terhadap warga sebagai sesuatu yang dapat dimulai dari lingkungan terdekat.

“Tugasnya agen itu adalah membantu orang lain. Nah, membantu itu diharapkan bukan orang jauh, tapi tetangganya dulu. Maka itu namanya Gerakan Peduli Tetangga,”
Gerakan Peduli Tetangga Dorong Peran RT dan RW Kawal Kesejahteraan Warga
Program tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat yang mengalami kendala dalam mengakses layanan digital, termasuk ketika melakukan pendaftaran maupun memperbarui data yang berkaitan dengan bantuan sosial.

RT dan RW Jadi Penghubung Kondisi Warga

Dalam pelaksanaannya, Agen Perlinsos diharapkan dapat membantu menemukan warga yang membutuhkan perhatian, tetapi belum terdata atau memiliki data yang belum sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Perencanaan dan Evaluasi Kebijakan Strategis, Andy Kurniawan, menjelaskan bahwa RT dan RW memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat di lingkungannya.

RT dan RW dapat membantu warga dalam proses pendaftaran, sekaligus menyampaikan sanggahan apabila terdapat data kesejahteraan yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi faktual di lapangan.

Dengan demikian, RT dan RW tidak hanya berperan dalam urusan administrasi lingkungan, tetapi juga dapat menjadi penghubung antara kondisi nyata masyarakat dengan sistem pelayanan sosial pemerintah.

Relevan untuk Masyarakat Desa Purwabakti

Semangat Gerakan Peduli Tetangga juga relevan untuk diterapkan sebagai nilai kepedulian sosial di Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.

Di tingkat desa, ketua RT, RW, kepala dusun, kader masyarakat dan unsur lingkungan lainnya merupakan pihak yang relatif dekat dengan kehidupan sehari-hari warga.

Mereka dapat mengetahui kondisi masyarakat yang membutuhkan perhatian, seperti warga lanjut usia, keluarga berpenghasilan sangat rendah, rumah tidak layak huni, warga sakit atau penyandang disabilitas, anak yang membutuhkan dukungan pendidikan, maupun keluarga yang belum memperoleh akses terhadap program bantuan sosial.

Karena itu, Jejak Nusantara–Kabaran Jabar mengajak para ketua RT, RW, kepala dusun, kader masyarakat serta seluruh warga Purwabakti untuk membangun kepedulian dari lingkungan masing-masing.

Namun, kepedulian tersebut tidak berarti setiap warga yang ditemukan otomatis menjadi penerima bantuan. Informasi mengenai warga yang membutuhkan tetap perlu diverifikasi dan diarahkan melalui mekanisme serta ketentuan pemerintah yang berlaku.

Jangan Sampai Warga Membutuhkan Luput dari Perhatian

Data kesejahteraan masyarakat merupakan persoalan yang dinamis. Kondisi ekonomi keluarga dapat berubah sehingga pembaruan dan verifikasi data menjadi bagian penting dalam memastikan pelayanan sosial tepat sasaran.

Karena itu, kepedulian dari tingkat paling bawah memiliki arti penting.

RT melihat kondisi warganya.
RW mengawal lingkungannya.
Dusun membantu koordinasi.
Pemerintah desa memfasilitasi.
Masyarakat ikut peduli.

Dengan pola tersebut, persoalan warga yang membutuhkan perhatian diharapkan tidak hanya muncul ketika sudah menjadi perbincangan luas atau viral di media sosial.

Kepedulian justru dapat dimulai sebelum persoalan berkembang menjadi lebih besar.

Program Kemensos tersebut dimulai dari Jakarta Pusat sebagai percontohan, dengan pelatihan bagi jajaran kecamatan, kelurahan, operator data dan pendamping sosial sebelum diteruskan kepada ribuan ketua RT.

Pesan untuk RT dan RW Purwabakti

Semangat yang dapat diambil dari Gerakan Peduli Tetangga cukup sederhana: kepedulian dapat dimulai dari lingkungan terdekat.

Jika terdapat warga yang hidup dalam keterbatasan, masyarakat dapat melihat kondisinya, mendengarkan kebutuhannya, membantu mengarahkan kepada layanan yang tersedia, serta berkoordinasi dengan pemerintah desa.

Yang tidak kalah penting, setiap informasi yang disampaikan harus berdasarkan kondisi dan fakta di lapangan agar proses verifikasi dapat dilakukan secara tepat.

Sebab, kesejahteraan masyarakat bukan hanya mengenai jumlah bantuan yang disalurkan, tetapi juga bagaimana warga yang membutuhkan dapat teridentifikasi dan memperoleh akses terhadap pelayanan yang sesuai.

Purwabakti dapat memulai semangat tersebut dari lingkungan sendiri:

Peduli Tetangga, Peduli Warga, Bersama Mengawal Kesejahteraan Masyarakat. (Poy)

Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:

0Komentar