TfY7GUziTSC9BSGpTSOoBUz7TY==
Light Dark
Iman Dorong Senandung Perdana Jadi Gerakan Sekolah Aman dan Ramah Anak

Iman Dorong Senandung Perdana Jadi Gerakan Sekolah Aman dan Ramah Anak

Iman Dorong Senandung Perdana Jadi Gerakan Sekolah Aman dan Ramah Anak
Daftar Isi
×
Kabaran Jabar, - Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandung, H. Iman Lestariyono, S.Si., S.H., mendorong program Sekolah dan Layanan Perlindungan Perempuan dan Anak (Senandung Perdana) dikembangkan menjadi gerakan bersama untuk mewujudkan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan ramah anak.

Hal itu disampaikan Iman saat menjadi narasumber Sosialisasi Senandung Perdana di SMPN 11 Bandung, Rabu (2/9/2026).

Menurutnya, pencegahan kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah harus dilakukan sejak dini dan tidak sebatas menunggu terjadinya kasus.

“Pencegahan harus dimulai dari identifikasi risiko, edukasi, deteksi dini, pelaporan, penanganan hingga pemulihan,” ujarnya.
Iman Dorong Senandung Perdana Jadi Gerakan Sekolah Aman dan Ramah Anak
Iman Dorong Senandung Perdana Jadi Gerakan Sekolah Aman dan Ramah Anak
Iman menegaskan, kekerasan terhadap anak tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga dapat berbentuk verbal, psikologis, bullying, kekerasan seksual, kekerasan digital, diskriminasi hingga intoleransi. Karena itu, perlindungan anak harus menjadi tanggung jawab bersama yang melibatkan sekolah, keluarga, pemerintah dan masyarakat.

Ia juga mendorong penguatan budaya “Teman Aman, Teman Peduli” di kalangan siswa. Anak perlu dibekali keberanian untuk menolak bullying, mendukung korban, tidak menyebarkan konten kekerasan, serta melaporkan kejadian kepada orang dewasa yang dipercaya.

“Jangan menormalisasi kekerasan dengan alasan ‘cuma bercanda’ atau ‘namanya juga anak-anak’. Yang harus dilihat adalah apakah tindakan tersebut membuat orang lain terluka dan apakah semua pihak merasa aman,” katanya.

Sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPRD, Komisi IV juga mendorong agar keberhasilan program perlindungan anak dapat diukur melalui perubahan nyata di sekolah. Salah satu gagasannya adalah pembentukan Bandung School Safety Index yang mengukur aspek keamanan fisik, psikologis, sosial dan digital, sistem pengaduan, respons sekolah, perlindungan korban, serta partisipasi siswa dan orang tua.

Iman berharap Senandung Perdana tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi berkembang menjadi gerakan sekolah aman dan ramah anak dengan tiga fokus utama, yakni mencegah sebelum kekerasan terjadi, melindungi ketika kekerasan terjadi, serta memulihkan korban dan mencegah kejadian berulang.

“Anak-anak bukan hanya objek pembangunan. Mereka adalah subjek pembangunan dan masa depan Kota Bandung. Tugas kita adalah memastikan setiap anak dapat belajar, tumbuh, dan pulang dari sekolah dalam keadaan aman,” tuturnya.

Ia pun mengajak seluruh warga sekolah untuk berani bertindak ketika melihat kekerasan. “Lihat, peduli, cegah, laporkan, dan dampingi. Diam dapat membuat kekerasan berulang,” pungkasnya. (Cipta)

Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:

0Komentar