TfY7GUziTSC9BSGpTSOoBUz7TY==
Light Dark
Kisah Buruh Angkut: Kekuatan Tak Berarti Tanpa Taat

Kisah Buruh Angkut: Kekuatan Tak Berarti Tanpa Taat

Kisah Buruh Angkut: Kekuatan Tak Berarti Tanpa Taat
Daftar Isi
×
Kabaran Jabar, - Sebuah kisah dalam makalah Al-Khauf min Su’il Khatimah mengingatkan bahwa kesehatan, kekuatan, dan keperkasaan manusia tidak selamanya menjadi miliknya.

Dikisahkan, seorang buruh angkut di sebuah pasar dikenal memiliki tubuh tinggi dan berotot. Ia mampu mengangkat beban berat yang bahkan sulit diangkat oleh dua orang. Namun, di tengah kekuatannya, ia justru mengabaikan kewajiban shalat.

Ketika ditanya mengapa tidak shalat, ia menjawab bahwa dirinya bebas melakukan apa pun dan tidak ada yang berhak memerintah maupun melarangnya. Saat para pedagang menutup toko dan pergi ke masjid, ia memilih tetap duduk, makan dan minum.
Kisah Buruh Angkut: Kekuatan Tak Berarti Tanpa Taat
Kisah Buruh Angkut: Kekuatan Tak Berarti Tanpa Taat
Hingga suatu hari, ketika membawa beban berat di antara toko-toko, ia terpeleset karena kulit pisang. Musibah itu membuatnya mengalami kelumpuhan total dan hanya mampu menggerakkan kepala.

Ketika ditanya apa yang paling diinginkannya, ia menjawab, “Aku ingin shalat berjamaah.”

Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa kesempatan untuk beribadah seharusnya tidak ditunda. Kekuatan fisik, kesehatan, dan kehidupan merupakan nikmat Allah yang dapat berubah kapan saja.

Kesombongan terhadap ibadah dan kebanggaan terhadap kemaksiatan menjadi peringatan agar manusia senantiasa memperbaiki diri sebelum datang penyesalan.

Semoga Allah memberikan kita keteguhan dalam beribadah, mengampuni dosa-dosa kita, serta melindungi dari su’ul khatimah (akhir kehidupan yang buruk).

Oleh: Badrul Tamam

Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:

0Komentar