TfY7GUziTSC9BSGpTSOoBUz7TY==
Light Dark
Menuntut Ilmu Menjadi Kewajiban Agar Ibadah Sesuai Syariat

Menuntut Ilmu Menjadi Kewajiban Agar Ibadah Sesuai Syariat

Menuntut Ilmu Menjadi Kewajiban Agar Ibadah Sesuai Syariat
Daftar Isi
×
Kabaran Jabar, - Islam tidak hanya mengajarkan umatnya untuk beribadah, tetapi juga mewajibkan setiap Muslim mempelajari ilmu yang dibutuhkan agar ibadah dan kehidupannya berjalan sesuai dengan tuntunan syariat.

Hal tersebut menjadi pengingat penting bahwa seseorang tidak mungkin menjalankan shalat dengan benar tanpa mengetahui tata caranya. Begitu pula puasa, zakat, haji, maupun aktivitas muamalah seperti perdagangan, yang masing-masing memiliki ketentuan yang perlu dipahami.

Dalam penjelasan yang dinukil dari Ibnul Qayyim rahimahullah, pelaksanaan syariat harus didahului dengan ilmu. Manusia terlahir tanpa mengetahui apa pun sehingga membutuhkan proses belajar untuk mengenal Allah, memahami kewajiban, serta membedakan perkara yang halal dan haram.

Ilmu yang bersifat fardu ‘ain bagi setiap Muslim antara lain mencakup pengetahuan tentang keimanan, ibadah yang menjadi kewajibannya, perkara-perkara yang diharamkan, serta muamalah yang berkaitan dengan kondisi dan tanggung jawab masing-masing.
Menuntut Ilmu Menjadi Kewajiban Agar Ibadah Sesuai Syariat
Menuntut Ilmu Menjadi Kewajiban Agar Ibadah Sesuai Syariat
Allah Ta’ala berfirman dalam QS. An-Nahl ayat 78:

“Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun.”

Karena itu, kewajiban menuntut ilmu dapat berbeda sesuai keadaan seseorang. Pedagang, misalnya, perlu memahami hukum jual beli yang berkaitan dengan aktivitasnya. Orang yang memiliki kewajiban zakat harus mengetahui ketentuan zakat atas hartanya. Demikian pula orang yang akan menunaikan haji perlu memahami tata cara dan ketentuannya.

Selain mengetahui perkara yang wajib dikerjakan, seorang Muslim juga dituntut memahami perkara yang harus ditinggalkan. Di antaranya perbuatan keji, dosa, kezaliman, kesyirikan, serta berbicara atas nama Allah tanpa ilmu sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-A’raf ayat 33.

Pesan utama dari penjelasan tersebut adalah pentingnya menyatukan ilmu dan amal. Jangan sampai seseorang rajin beribadah, tetapi tidak berusaha mengetahui apakah ibadahnya telah sesuai tuntunan. Demikian pula seseorang perlu memahami dosa dan larangan agar mampu menjauhinya.

Ilmu pada akhirnya menjadi petunjuk bagi amal. Dengan ilmu, seorang Muslim dapat mengetahui apa yang harus diyakini, apa yang harus dikerjakan, dan apa yang harus ditinggalkan.

Karena itu, setiap Muslim hendaknya bertanya kepada dirinya sendiri: “Apakah saya sudah mempelajari ilmu yang wajib saya ketahui?”

Sebab, ilmu yang paling utama adalah ilmu yang membantu seorang hamba mengenal Allah, membenarkan keimanan, menunaikan kewajiban, meninggalkan perkara yang diharamkan, serta beribadah di atas petunjuk.

Wallahu a’lam.

Oleh: Badrul Tamam

Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:

0Komentar