TfY7GUziTSC9BSGpTSOoBUz7TY==
Light Dark
Orang Tua Adukan Dugaan Penahanan Ijazah, PSI Cimahi Turun Tangan

Orang Tua Adukan Dugaan Penahanan Ijazah, PSI Cimahi Turun Tangan

Orang Tua Adukan Dugaan Penahanan Ijazah, PSI Cimahi Turun Tangan
Daftar Isi
×
Kabaran Jabar, - Wakil Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Cimahi, Ramli Simbolon, menerima pengaduan dari orang tua siswa warga Kelurahan Cibabat, Kota Cimahi, terkait dugaan penahanan ijazah oleh salah satu Sekolah Dasar (SD) berinisial (S) yang berlokasi di Kelurahan Baros, Rabu (23/9/2026).

Ramli menjelaskan, pengaduan tersebut disampaikan karena anak yang bersangkutan disebut mengalami kendala untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Orang Tua Adukan Dugaan Penahanan Ijazah, PSI Cimahi Turun Tangan
Orang Tua Adukan Dugaan Penahanan Ijazah, PSI Cimahi Turun Tangan
Menurut keterangan orang tua, ijazah anaknya belum dapat diperoleh karena masih terdapat tunggakan biaya sekolah.

Orang tua siswa mengaku kondisi tersebut menjadi kendala ketika melakukan proses pendaftaran ke SMP.

Diketahui orang tua siswa mengatakan telah mendatangi pihak sekolah dan memohon agar diberikan salinan atau dokumen digital ijazah yang dapat digunakan untuk keperluan melanjutkan pendidikan.

Namun, menurut pengakuan orang tua, permintaan tersebut belum mendapatkan penyelesaian sebagaimana yang diharapkan.

Kondisi ekonomi keluarga yang belum stabil juga disebut menjadi salah satu penyebab belum lunasnya tunggakan biaya sekolah.

“Kami memahami ada kewajiban administrasi, tetapi kami juga berharap sekolah dapat mempertimbangkan kondisi keluarga yang benar-benar kesulitan. Kami sudah berupaya untuk melunasi tunggakan dan baru mampu mencicil dua kali,” ujar orang tua siswa.

Orang tua siswa berharap pihak sekolah dapat memberikan kebijakan sehingga anaknya tetap memperoleh dokumen pendidikan yang dibutuhkan untuk melanjutkan sekolah.
Orang Tua Adukan Dugaan Penahanan Ijazah, PSI Cimahi Turun Tangan
Menanggapi pengaduan tersebut, Ramli bersama Tim Pengaduan Masyarakat (Dumas) PSI Kota Cimahi kemudian mendatangi pihak sekolah untuk mencari solusi atas persoalan yang dialami siswa.

“Jangan sampai persoalan biaya membuat anak-anak tertahan dan gagal memperoleh haknya. Ijazah bukan sekadar dokumen administrasi, tetapi merupakan dokumen penting yang berkaitan dengan pemenuhan hak atas pendidikan,” kata Ramli.

Menurut Ramli, upaya penyelesaian secara langsung dengan pihak sekolah belum menemukan titik temu.

Karena itu, pihaknya kemudian menyampaikan pengaduan kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi agar persoalan tersebut dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.

“Kami membuat pengaduan ke Dinas Pendidikan Kota Cimahi untuk ditindaklanjuti dan mencari solusi terbaik bagi siswa tersebut,” ungkapnya.

Ramli menegaskan bahwa kondisi ekonomi keluarga tidak semestinya menjadi faktor yang menghambat keberlanjutan pendidikan seorang anak.

“Hak siswa harus dijaga. Pemerintah Kota Cimahi maupun semua pihak terkait tidak boleh membiarkan masa depan mereka terhambat hanya karena ketidakmampuan ekonomi,” tegasnya.

Ia berharap adanya penyelesaian yang mengedepankan kepentingan pendidikan anak serta komunikasi antara orang tua, pihak sekolah, dan pemerintah daerah.

Hingga berita ini disusun, keterangan mengenai dugaan penahanan ijazah tersebut masih berdasarkan pengaduan orang tua siswa dan penyampaian pihak yang menerima laporan.

Klarifikasi dari pihak sekolah terkait alasan penahanan dokumen, mekanisme penyelesaian tunggakan, serta tindak lanjut terhadap permintaan salinan ijazah perlu diperoleh untuk memberikan pemberitaan yang berimbang. (Red)

Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:

0Komentar