TfY7GUziTSC9BSGpTSOoBUz7TY==
Light Dark
Pers Indonesia Dinilai Berperan dalam Perjuangan Kemerdekaan Palestina

Pers Indonesia Dinilai Berperan dalam Perjuangan Kemerdekaan Palestina

Pers Indonesia Dinilai Berperan dalam Perjuangan Kemerdekaan Palestina
Daftar Isi
×
Kabaran Jabar, - Pers Indonesia dinilai memiliki peran penting dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina meraih kemerdekaan. Peran tersebut diwujudkan melalui pemberitaan mengenai kondisi kemanusiaan di Gaza sekaligus upaya mengungkap dugaan kejahatan perang dan genosida sejak konflik Israel-Palestina kembali memanas pada Oktober 2023.

Hal itu menjadi pembahasan dalam Seminar Internasional bertema “The Role of Indonesian Media in Palestine’s Effort to Achieve True Independence” yang digelar di Jakarta.

Seminar diselenggarakan Palestine International Forum for Media and Communication Tawasol, lembaga berbasis di Istanbul, Turki.

Direktur Eksekutif Tawasol, Dr. Bilal Khalil, mengapresiasi perhatian media Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina. Menurutnya, sikap tersebut mencerminkan komitmen terhadap nilai kemanusiaan dan sejalan dengan amanat Pembukaan UUD 1945 yang menegaskan penolakan terhadap penjajahan.Pers Indonesia Dinilai Berperan dalam Perjuangan Kemerdekaan PalestinaPers Indonesia Dinilai Berperan dalam Perjuangan Kemerdekaan PalestinaWartawan senior Metro TV, Desi Fitriani, yang telah beberapa kali meliput Gaza, mengatakan peliputan di wilayah konflik menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan akses dan keselamatan jurnalis. Ia juga mengingatkan media agar cermat memilih gambar dan narasi sehingga tidak terjebak pada pemberitaan yang bias.

Sementara itu, jurnalis senior Pizaro Gozali menekankan pentingnya media digital membangun narasi yang lebih adil mengenai Palestina. Menurutnya, media perlu mengungkap tindakan dan kebijakan Israel yang berdampak terhadap warga Palestina, bukan hanya memberitakan reaksi dari pihak Palestina.

Aktivis Palestina Annisa Theresia juga menyoroti pentingnya mengedepankan martabat manusia dalam pemberitaan Palestina. Menurutnya, seni dan kreativitas dapat menjadi sarana menyuarakan penderitaan sekaligus perlawanan rakyat Palestina kepada publik dunia.

Pemimpin Redaksi indo.palinfo.com, Ahmad Tirmizi, menambahkan bahwa pers Indonesia perlu memperkuat liputan berbasis hukum humaniter internasional. Ia menilai pembatasan akses jurnalis ke Gaza dan tingginya jumlah wartawan yang tewas selama konflik menjadi persoalan serius bagi kebebasan pers dan akses publik terhadap informasi.

Mantan anggota Dewan Pers, Dr. Asep Setiawan, memaparkan perkembangan pemberitaan media Indonesia mengenai Gaza dalam tiga fase. Pada Oktober–Desember 2023, pemberitaan didominasi solidaritas emosional. Periode Januari–Juni 2024 mulai ditandai liputan analitis, sementara Juli 2024–Juli 2025 pemberitaan berkembang menjadi lebih kritis, mendalam, dan berorientasi pada isu kemanusiaan.

Seminar yang turut dihadiri Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Dr. Teguh Santosa dan perwakilan Asia Middle East Center for Research and Dialogue (AMEC) tersebut menegaskan pentingnya sinergi media dalam menyuarakan keadilan bagi Palestina.

Para pembicara sepakat bahwa pers Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai saksi konflik, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan informasi yang faktual, berimbang, dan berorientasi pada kemanusiaan serta nilai-nilai kemerdekaan. **

Sumber: Jakarta, 7 November 2025 — Pusat Informasi Palestina

Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:

0Komentar