Kabaran Jabar, - Surat kabar Inggris The Guardian memperingatkan bahwa seruan untuk mengusir warga Palestina dari Jalur Gaza, memperluas permukiman, dan mencaplok wilayah Tepi Barat tidak lagi sekadar wacana kelompok politik pinggiran.
Dalam artikel Nasreen Malik, The Guardian menilai sejumlah gagasan tersebut mulai masuk ke lingkaran pengambil keputusan pemerintah Israel. Pernyataan mengenai pengusiran Gaza, menurut laporan itu, disampaikan oleh pejabat yang memiliki posisi penting dalam pemerintahan dan keamanan.
Surat kabar tersebut menyoroti pernyataan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir serta Menteri Pertahanan Israel Israel Katz terkait gagasan pemindahan warga Palestina dari Gaza. The Guardian menilai posisi para pejabat tersebut membuat batas antara retorika politik dan kebijakan pemerintah semakin kabur.
Kekhawatiran serupa juga diarahkan pada Tepi Barat. Perluasan permukiman dan meningkatnya kontrol Israel atas tanah Palestina disebut berpotensi memperkuat proses aneksasi secara de facto.
Di sisi lain, The Guardian mempertanyakan respons masyarakat internasional yang dinilai masih banyak berhenti pada kecaman politik. Surat kabar itu menilai kesenjangan antara besarnya penderitaan warga Palestina dan tindakan nyata dunia internasional semakin lebar.
Menurut laporan tersebut, persoalan utama kini bukan lagi apakah gagasan ekstrem itu ada, melainkan sejauh mana gagasan tersebut berubah menjadi kebijakan nyata di Gaza dan Tepi Barat. (PIP)
Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:



0Komentar