Kabaran Jabar, - Generasi muda memiliki peran strategis sebagai penerus sekaligus penggerak perjalanan bangsa Indonesia menuju masa depan. Mereka bukan sekadar pewaris sejarah, melainkan juga menjadi jembatan kebangsaan yang menghubungkan nilai-nilai perjuangan masa lalu dengan cita-cita kemajuan bangsa di masa mendatang.
Pandangan tersebut disampaikan Dr. Ira Indrawardana, S.Sos., M.Si., Dosen Antropologi Universitas Padjadjaran (Unpad), yang menekankan pentingnya membangun karakter generasi muda dengan integritas kebangsaan dan wawasan kebudayaan yang luas.
Menurutnya, generasi muda ibarat sebuah jembatan yang harus memiliki fondasi kokoh dalam integritas kebangsaan serta bentang yang luas dalam memahami keberagaman budaya Indonesia.
Apabila jembatan tersebut dibangun dengan fondasi yang kuat, generasi muda diharapkan mampu mengantarkan Indonesia menuju kemajuan, kemandirian, dan kedaulatan budaya.
Sebaliknya, rapuhnya mentalitas, lemahnya motivasi perjuangan, serta rendahnya kepedulian terhadap bangsa dapat menjadi tantangan serius bagi keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Oleh karena itu, pembentukan karakter generasi muda tidak dapat hanya dibebankan kepada lembaga pendidikan formal. Seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Berbagai entitas sosial, mulai dari kelompok etnik, organisasi keagamaan, partai politik, organisasi kepemudaan, lembaga pendidikan, komunitas underground, lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga kelompok sosial lainnya, perlu mengambil bagian dalam membangun kesadaran kebangsaan generasi muda.
Menurut Ira, setiap lingkungan sosial memiliki ruang dan pengaruh tersendiri dalam membentuk cara berpikir, sikap, serta perilaku generasi muda. Karena itu, pendidikan kebangsaan perlu menjadi orientasi bersama agar keberagaman tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan kekuatan untuk memperkokoh persatuan nasional.
Ia juga mengingatkan bahwa semangat kebangsaan Indonesia telah tumbuh melalui perjalanan sejarah panjang. Momentum Kebangkitan Nasional pada 20 Mei 1908 dan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 menjadi tonggak penting dalam perkembangan kesadaran kolektif menuju persatuan bangsa Indonesia.
Nilai-nilai tersebut perlu terus diwariskan melalui pendidikan formal maupun informal di berbagai lingkungan sosial. Generasi muda harus memahami bahwa persatuan Indonesia dibangun di atas kesadaran untuk menjaga satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, sekaligus menjunjung Pancasila sebagai dasar negara dalam kerangka Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Pendidikan kebangsaan juga perlu diwujudkan melalui praktik nyata, seperti menghormati perbedaan, memperkuat kepedulian sosial, menjaga dialog antarkelompok, serta menumbuhkan tanggung jawab bersama terhadap masa depan Indonesia.
Dengan demikian, generasi muda diharapkan tidak hanya memiliki kecakapan intelektual dan keterampilan untuk menghadapi perubahan zaman, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan kepedulian terhadap kehidupan bangsa yang majemuk.
Membangun generasi muda berarti membangun masa depan Indonesia. Ketika seluruh elemen masyarakat memiliki komitmen yang sama dalam menanamkan nilai persatuan dan kebangsaan, generasi muda dapat tumbuh menjadi jembatan yang kokoh untuk mengantarkan Indonesia menuju kemajuan tanpa kehilangan jati diri dan akar kebudayaannya. *
Dr. Ira Indrawardana, S.Sos., M.Si.
Dosen Antropologi Universitas Padjadjaran (Unpad)
Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:




0Komentar