TfY7GUziTSC9BSGpTSOoBUz7TY==
Light Dark
Self Esteem Menggema di Hellfest 2026, The Offspring Bakar Panggung

Self Esteem Menggema di Hellfest 2026, The Offspring Bakar Panggung

Self Esteem Menggema di Hellfest 2026, The Offspring Bakar Panggung
Daftar Isi
×
Kabaran Jabar, - The Offspring kembali mengguncang panggung besar musik keras melalui penampilan mereka di Hellfest 2026.

Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah ketika lagu “Self Esteem” dimainkan dan langsung menghidupkan energi penonton.

Dirilis pada era 1990-an, “Self Esteem” telah berkembang menjadi salah satu lagu yang paling dikenal dari The Offspring.
Self Esteem Menggema di Hellfest 2026, The Offspring Bakar Panggung
Self Esteem Menggema di Hellfest 2026, The Offspring Bakar Panggung
Di balik tempo punk rock yang ringan dan mudah diteriakkan bersama, lagu tersebut menyimpan cerita tentang hubungan yang tidak seimbang, rasa tidak percaya diri, serta seseorang yang terus bertahan meski dirinya diperlakukan tidak semestinya.

Di Hellfest 2026, karakter lagu itu mendapatkan ruang baru. Dentuman gitar, hentakan drum, dan vokal Dexter Holland berpadu dengan respons penonton yang menjadikan “Self Esteem” bukan sekadar lagu nostalgia.

Ribuan suara yang ikut menyanyikan bagian-bagian ikonik lagu tersebut memperlihatkan bagaimana karya yang lahir puluhan tahun lalu masih memiliki tempat di tengah generasi penikmat musik keras masa kini.

Yang menarik dari “Self Esteem” adalah kontradiksinya. Musiknya terasa menyenangkan dan penuh energi, tetapi liriknya justru membawa gambaran tentang keraguan diri dan hubungan yang membuat seseorang kehilangan kendali atas dirinya sendiri.

Kontras tersebut menjadi salah satu kekuatan terbesar lagu ini. Penonton dapat bernyanyi, melompat, dan menikmati atmosfer festival, sementara pada saat yang sama mereka berhadapan dengan cerita yang sangat manusiawi.

Penampilan The Offspring di Hellfest 2026 akhirnya menjadi pertemuan antara nostalgia, energi punk rock, dan pengalaman kolektif penonton.

“Self Esteem” membuktikan bahwa sebuah lagu tidak selalu harus baru untuk kembali terasa relevan.

Puluhan tahun setelah pertama kali dikenal luas, lagu tersebut masih mampu membuat satu panggung bernyanyi bersama seolah persoalan tentang cinta, harga diri, dan keberanian untuk melepaskan diri dari hubungan yang tidak sehat tak pernah benar-benar kehilangan tempat dalam kehidupan manusia. (Bd20)

Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:

0Komentar