TfY7GUziTSC9BSGpTSOoBUz7TY==
Light Dark
Wali Kota Cimahi Buka Asih Putera Festival Orthea ke-7

Wali Kota Cimahi Buka Asih Putera Festival Orthea ke-7

Wali Kota Cimahi Buka Asih Putera Festival Orthea ke-7
Daftar Isi
×
Kabaran Jabar, - Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, secara resmi membuka Asih Putera Festival Orthea (APFest) ke-7, Senin (12/10/2026). Kegiatan yang melibatkan pelajar dari berbagai sekolah ini menjadi wadah pengembangan prestasi, pembinaan karakter, serta penguatan persaudaraan di kalangan generasi muda.

Dalam sambutannya, Ngatiyana menegaskan bahwa keberhasilan dalam kompetisi tidak semata-mata diukur dari kemenangan, tetapi juga dari sikap sportif, kemampuan mengendalikan emosi, dan penghormatan terhadap lawan.

Ia mengingatkan para peserta agar menjadikan festival tersebut sebagai momentum mempererat silaturahmi, bukan ajang persaingan yang berujung pada permusuhan.
Wali Kota Cimahi Buka Asih Putera Festival Orthea ke-7
Wali Kota Cimahi Buka Asih Putera Festival Orthea ke-7
“Kalau kalah ya akui kalah, yang menang jangan sombong. Akuilah prestasi orang lain yang memenangkan pertandingan. Jangan mencari-cari kesalahan atau alasan. Kalau saat ini kita kalah, berarti prestasi kita memang belum gemilang,” tegas Ngatiyana.

Menurutnya, kompetisi olahraga di lingkungan pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter pelajar. Melalui pertandingan, peserta dapat belajar mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama tim, serta kedewasaan dalam menerima hasil.

Ngatiyana juga mengingatkan bahwa pendidikan harus tetap menjadi prioritas utama. Prestasi di bidang olahraga merupakan nilai tambah yang dapat mendukung perkembangan siswa, terutama dalam menjaga kesehatan, kebugaran, dan kesiapan mengikuti proses pembelajaran.

“Tujuan utamanya adalah menuntut ilmu dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Olahraga merupakan prestasi tambahan yang mendukung pendidikan agar tubuh tetap sehat dan bugar dalam mengikuti proses belajar,” ujarnya.

Ia menilai, pertemuan pelajar dari berbagai sekolah melalui kegiatan olahraga dapat memperluas pergaulan, membangun komunikasi, serta menumbuhkan sikap saling menghormati. Karena itu, seluruh peserta diminta menjaga keamanan dan keselamatan selama kegiatan berlangsung.

Secara khusus, Ngatiyana berpesan agar para pemain mampu mengendalikan emosi ketika menghadapi tekanan pertandingan. Kelelahan fisik, ketatnya persaingan, maupun situasi di lapangan tidak boleh menjadi alasan untuk melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri atau orang lain.

“Saya harapkan anak-anakku yang masih muda harus bisa mengendalikan hawa nafsu dan emosi. Secapek apa pun, ingatlah bahwa lawanmu itu adalah teman, lawanmu itu adalah saudaramu. Sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pesannya.

Ia menegaskan bahwa lawan dalam pertandingan bukanlah musuh dalam kehidupan. Setiap pemain diharapkan mampu menerima hasil kompetisi secara dewasa, menghormati sesama, dan tetap menjaga hubungan baik meskipun timnya belum berhasil meraih kemenangan.

Selain menanamkan nilai sportivitas, Ngatiyana turut memotivasi para pelajar agar mempersiapkan diri menghadapi perkembangan zaman yang semakin dipengaruhi teknologi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Menurutnya, peluang masa depan tidak terbatas pada profesi sebagai aparatur sipil negara (ASN), anggota TNI, maupun Polri. Generasi muda memiliki banyak kesempatan untuk mengembangkan potensi dan membangun masa depan melalui kemampuan, inovasi, kreativitas, serta bakat yang dimiliki, termasuk di bidang olahraga.

Ia mendorong para pelajar agar tidak hanya berorientasi pada kemenangan dalam turnamen, tetapi juga terus meningkatkan kemampuan diri dan memanfaatkan berbagai kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Dalam kesempatan tersebut, Ngatiyana juga mengenang pengalamannya berlatih sepak bola ketika masih muda. Pada masa itu, fasilitas olahraga masih terbatas dan lapangan yang memadai sulit ditemukan. Latihan bahkan dilakukan di area persawahan atau kebun dengan menggunakan bola plastik.

Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi bagian dari proses pembentukan mental, daya tahan, dan semangat dalam menghadapi tantangan.

Melalui Asih Putera Festival Orthea, ia berharap para pelajar Kota Cimahi dapat mengembangkan kemampuan olahraga sekaligus membangun karakter yang disiplin, tangguh, dan menjunjung tinggi persaudaraan.

“Menang bukan alasan untuk merendahkan lawan, dan kalah bukan alasan untuk memicu keributan,” pungkasnya.

Sementara itu, Asih Putera Festival Orthea ke-7 tahun ini menghadirkan variasi kompetisi yang lebih beragam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang berfokus pada cabang olahraga dan kepramukaan.

Terdapat empat cabang lomba yang dipertandingkan, yakni futsal, pramuka, short movie atau film pendek, serta olimpiade.

Sekretaris Panitia APFest ke-7, Huria Syahla, menyampaikan bahwa sasaran utama rangkaian perlombaan tersebut adalah pelajar tingkat sekolah menengah pertama (SMP), meskipun beberapa kategori juga diperuntukkan bagi siswa sekolah menengah atas (SMA) atau sederajat.

“Secara umum target peserta kita adalah jenjang SMP, namun beberapa cabang lomba juga ada yang ditargetkan untuk tingkat SMA sederajat,” ujar Huria, siswi kelas XII, saat diwawancarai di lokasi kegiatan.

Huria menjelaskan, APFest tidak hanya dirancang sebagai ajang kompetisi, tetapi juga diharapkan memberikan dampak positif bagi panitia penyelenggara maupun seluruh peserta.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana silaturahmi antarpelajar sekaligus kesempatan untuk memperkenalkan lingkungan dan karakter siswa-siswi As-Syifa Putra kepada masyarakat luas.

“Harapan utamanya tentu kegiatan ini bisa memberikan dampak positif bagi semua. Selain itu, semoga teman-teman peserta bisa lebih mengenal bagaimana lingkungan dan kepribadian siswa-siswi As-Syifa Putra sebenarnya,” pungkas Huria.

Melalui penyelenggaraan APFest ke-7, diharapkan terbangun ruang kompetisi yang sehat bagi para pelajar untuk mengembangkan potensi, menunjukkan kreativitas, dan meraih prestasi tanpa mengesampingkan nilai pendidikan, sportivitas, serta persaudaraan. (-red/Bd20)

Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:

0Komentar