Kabaran Jabar, - Ember, jerigen, dan galon menjadi pemandangan di RW 2, Kelurahan Karangmekar, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi. Warga berbondong-bondong mengantre untuk mendapatkan pasokan air bersih yang disalurkan Pemerintah Kota Cimahi menggunakan mobil tangki, Kamis (5/11/2026).
Di tengah upaya penanganan dampak kekeringan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi menghadapi tantangan keterbatasan sumber daya manusia (SDM). Dari kebutuhan ideal sebanyak 62 personel, saat ini BPBD Kota Cimahi baru memiliki 32 personel organik.
Dengan demikian, masih terdapat kekurangan sekitar 30 personel untuk menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi kelembagaan, terutama dalam menghadapi situasi darurat kebencanaan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan, yang akrab disapa Bang Andy, saat diwawancarai awak media.
Fithriandy mengungkapkan, jumlah personel yang tersedia saat ini baru memenuhi sekitar setengah dari kebutuhan ideal organisasi. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam menjalankan berbagai kegiatan penanggulangan bencana di wilayah Kota Cimahi.
Menurutnya, penambahan personel sangat dibutuhkan untuk memperkuat kesiapsiagaan, respons cepat, serta penanganan ketika terjadi bencana maupun kondisi darurat lainnya.
"Betul, kami masih kekurangan personel. Saat ini jumlah personel organik BPBD sebanyak 32 orang, sementara kebutuhan idealnya mencapai 62 orang. Jadi, masih ada kekurangan sekitar 30 personel," ungkapnya.
Meski menghadapi keterbatasan tenaga, Fithriandy menegaskan bahwa BPBD Kota Cimahi tetap berkomitmen menjalankan tugas pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni memperkuat kolaborasi dengan para relawan kebencanaan yang selama ini turut membantu pelaksanaan kegiatan penanganan kedaruratan di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, BPBD Kota Cimahi juga kembali melaksanakan pendistribusian air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian upaya penanganan dampak musim kemarau yang sebelumnya melanda sejumlah wilayah.
Fithriandy menjelaskan, meskipun hujan mulai turun di beberapa kawasan, kondisi cuaca belum sepenuhnya stabil. Berdasarkan perkiraan BMKG yang disampaikannya, hujan diperkirakan mulai turun secara lebih rutin dalam kurun waktu dua hingga tiga minggu ke depan.
Oleh karena itu, distribusi air bersih masih terus dilakukan sebagai bentuk pelayanan pemerintah daerah kepada masyarakat yang membutuhkan.
Selain penanganan kekeringan, BPBD Kota Cimahi juga tengah mempersiapkan penetapan status siaga hidrometeorologi. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi bencana yang dapat muncul seiring meningkatnya intensitas curah hujan.
"Kegiatan distribusi air ini masih menjadi bagian dari penanganan dampak kekeringan. Walaupun hujan sudah mulai turun, kondisinya belum stabil. Kami juga sedang mempersiapkan status siaga hidrometeorologi sebagai langkah antisipasi," jelasnya.
Lebih lanjut, Fithriandy menuturkan bahwa keterbatasan personel tidak boleh menjadi alasan terhambatnya pelayanan kebencanaan kepada masyarakat. Karena itu, keterlibatan relawan menjadi salah satu kekuatan penting dalam mendukung operasional BPBD, khususnya ketika menghadapi kondisi darurat.
Ia berharap, kebutuhan penambahan personel dapat menjadi perhatian Pemerintah Kota Cimahi agar kapasitas kelembagaan BPBD semakin kuat, baik dalam aspek kesiapsiagaan, respons cepat, maupun penanganan pascabencana.
Dengan dukungan sumber daya manusia yang memadai serta sinergi bersama para relawan, BPBD Kota Cimahi diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kebencanaan dan memberikan perlindungan secara optimal kepada masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana. (Bd20)
Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:




0Komentar