TfY7GUziTSC9BSGpTSOoBUz7TY==
Light Dark
Sekolah Lansia Budi Luhur, Ruang Belajar Nilai dan Kehidupan

Sekolah Lansia Budi Luhur, Ruang Belajar Nilai dan Kehidupan

Sekolah Lansia Budi Luhur, Ruang Belajar Nilai dan Kehidupan
Daftar Isi
×
Kabaran Jabar, - Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko, S.H., menegaskan bahwa para lanjut usia memiliki posisi strategis sebagai sumber pengalaman, teladan moral, serta penjaga nilai bagi generasi penerus. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri kegiatan Sekolah Lansia Budi Luhur, sebuah program yang dinilainya sarat dengan nilai seni, budaya, dan kearifan lokal.


Wahyu menuturkan, perjalanan hidup para lansia merupakan modal sosial yang tidak ternilai. Tanpa kehadiran dan kebijaksanaan mereka, generasi muda akan kehilangan arah dalam membangun sikap dan karakter kebangsaan.

“Bapak dan ibu adalah orang-orang hebat. Lebih dulu memiliki pengalaman daripada kami yang masih relatif muda. Tanpa kebijaksanaan bapak dan ibu sekalian, kami bukan apa-apa,” ujar Wahyu penuh penghormatan.

Ia juga menyampaikan doa agar para peserta Sekolah Lansia Budi Luhur senantiasa diberi kesehatan, keberkahan, serta energi positif untuk terus berkontribusi di lingkungan keluarga dan masyarakat. Menurutnya, kehadiran lansia yang aktif akan menciptakan suasana kehidupan yang lebih harmonis dan bermakna bagi Kota Cimahi.

Lebih jauh, Wahyu menilai Sekolah Lansia Budi Luhur sebagai program luar biasa yang layak mendapat dukungan penuh. Ia menegaskan bahwa lansia harus dipandang sebagai aset strategis Pemerintah Kota Cimahi, bukan sekadar kelompok usia lanjut, melainkan penjaga nilai, pengalaman, dan kearifan yang perlu dirawat serta diberdayakan.

“Lansia wajib hukumnya diakui dan diakuisisi sebagai aset Pemerintah Kota Cimahi,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menekankan bahwa pendidikan merupakan investasi sepanjang hayat yang tidak dibatasi usia. Ia menyebut akal dan ilmu pengetahuan sebagai anugerah utama dari Allah SWT yang wajib dimanfaatkan untuk kemaslahatan dunia dan akhirat.

“Pendidikan itu adalah lifelong learning. Seumur hidup, bahkan sampai liang lahat, kita harus terus mencari ilmu. Itulah kelebihan manusia yang Allah berikan,” ujar Adhitia.

Menurutnya, tanpa ilmu pengetahuan, manusia akan kehilangan pembeda utamanya sebagai makhluk yang dimuliakan. Oleh karena itu, menuntut ilmu bukan hanya kewajiban di masa muda, melainkan tanggung jawab sepanjang usia.

Dalam kesempatan tersebut, Adhitia membagikan kisah inspiratif dari Nepal tentang Durga Kami, seorang perempuan berusia 68 tahun yang kembali duduk di bangku sekolah bersama anak-anak usia 10 hingga 14 tahun. Meski mengenakan seragam sekolah, mengikuti pelajaran, mengerjakan tugas hingga larut malam, serta berolahraga bersama murid lain, Durga berhasil menuntaskan pendidikannya dengan hasil sangat baik.

“Kisah ini membuktikan bahwa usia hanyalah angka. Yang terpenting adalah semangat dalam jiwa untuk terus belajar, aktif, dan produktif,” katanya.

Dari sisi akademik, Ketua STIKes Budi Luhur Cimahi, Sri Wahyuni, S.Pd., M.Kes., Ph.D, menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam membangun lansia yang sehat, mandiri, produktif, dan bahagia melalui program Sekolah Lansia.

Ia menolak anggapan bahwa lansia adalah kelompok pasif. Justru, menurutnya, aktivitas terarah dan berkelanjutan menjadi kunci menjaga kualitas hidup di usia lanjut.

“Lansia harus sehat, produktif, mandiri, dan bahagia. Mereka membutuhkan ruang untuk terus berkegiatan,” ujar Sri Wahyuni.

Program Sekolah Lansia Budi Luhur saat ini telah disesuaikan dengan kurikulum nasional. Di Salatiga, program tersebut telah mencapai Standar 3, sementara di Kota Cimahi telah memasuki Standar 1 untuk angkatan keempat, menjadikannya tonggak penting dalam pengembangan Sekolah Lansia pasca inisiatif awal Sekolah Lansia Hebat di Luhur.

Konsep ini pun terus berkembang melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Di Kota Cimahi, DP3A turut menginisiasi Sekolah Lansia di sejumlah wilayah seperti Pasir Kaliki dan Cimahi Tengah, dengan total peserta mencapai sekitar 270 orang.

Sebagai institusi pendidikan kesehatan, STIKes Budi Luhur Cimahi menegaskan perannya sebagai kampus berdampak yang hadir langsung di tengah masyarakat. Melalui Sekolah Lansia, para peserta diajak menjaga kesehatan fisik dan mental, mengisi waktu dengan kegiatan produktif, serta membangun kebahagiaan bersama.

“Harapannya, Sekolah Lansia dapat terus tumbuh menjadi gerakan bersama, tidak hanya di Cimahi, tetapi juga di berbagai daerah lain melalui kolaborasi lintas sektor,” pungkas Sri Wahyuni. (Bd20)
Sekolah Lansia Budi Luhur, Ruang Belajar Nilai dan Kehidupan

Sekolah Lansia Budi Luhur, Ruang Belajar Nilai dan Kehidupan

Sekolah Lansia Budi Luhur, Ruang Belajar Nilai dan Kehidupan

Sekolah Lansia Budi Luhur, Ruang Belajar Nilai dan Kehidupan
Ketua STIKes Budi Luhur Cimahi, Sri Wahyuni, S.Pd., M.Kes., Ph.D,

Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:

0Komentar