Universitas Majalengka (Unma) kembali menorehkan catatan penting dalam perjalanan akademiknya. Salah satu putra terbaik kampus tersebut, Prof. Jaka Sulaksana, S.P., M.Si., Ph.D., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang kepakaran Pembangunan Pertanian dalam prosesi akademik yang berlangsung khidmat di Gedung Auditorium UNMA, Rabu (14/1/2026).
Pengukuhan ini menandai tonggak bersejarah, tidak hanya bagi Prof. Jaka secara pribadi, tetapi juga bagi penguatan posisi Unma sebagai perguruan tinggi yang terus berkembang. Menjabat sebagai Wakil Rektor I, Prof. Jaka menegaskan bahwa capaian Guru Besar bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab akademik yang lebih besar.
“Ini bukan sekadar pencapaian untuk dibanggakan. Justru menjadi titik puncak sekaligus amanah bagi saya dan UNMA agar ke depan kualitas institusi semakin meningkat,” ungkapnya.
Menurut Prof. Jaka, bidang pertanian memiliki keterkaitan erat dengan karakter Kabupaten Majalengka yang dikenal sebagai wilayah agraris. Ia menilai tantangan pembangunan yang disampaikan Bupati Majalengka dalam acara tersebut sangat sejalan dengan kebutuhan daerah dan menjadi ruang pengabdian nyata bagi kalangan akademisi.
“Majalengka ini basisnya pertanian. Tantangan yang disampaikan Pak Bupati sangat relevan. Artinya, pengabdian akademik saya tidak berhenti sampai di sini, justru masih banyak tantangan ke depan yang harus dijawab,” ujarnya.
Dalam penjelasannya, Prof. Jaka menyebut kepakaran pembangunan pertanian, khususnya pada aspek kebijakan makro pertanian, masih tergolong langka di Indonesia. Berdasarkan pemeringkatan LLDIKTI, jumlah akademisi dengan kepakaran tersebut masih sangat terbatas.
“Bidang ini memang tidak banyak diminati. Pembangunan pertanian dalam konteks kebijakan makro masih sangat sedikit, sehingga perlu terus dikembangkan,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa proses meraih jabatan Guru Besar ditempuh dalam waktu sekitar dua setengah tahun. Menurutnya, hal tersebut seharusnya menjadi pemantik semangat bagi para dosen bergelar doktor, khususnya generasi muda, untuk berani menargetkan capaian akademik tertinggi.
“Saya menempuh Guru Besar sekitar dua tahun setengah. Saya yakin dosen-dosen doktor yang masih muda pun bisa menempuh jalur yang sama dengan kerja keras dan konsistensi,” pungkasnya. (Wawan)
![]() |
| Prof. Jaka Sulaksana, S.P., M.Si., Ph.D. |
Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:



0Komentar