TfY7GUziTSC9BSGpTSOoBUz7TY==
Light Dark
BPBD: Warga Cimahi Diminta Siaga

BPBD: Warga Cimahi Diminta Siaga

BPBD: Warga Cimahi Diminta Siaga
Daftar Isi
×
Kabaran Jabar, - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana yang mengancam hampir di seluruh wilayah kota.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul hasil Kajian Risiko Bencana Kota Cimahi yang mencatat sedikitnya 10 jenis ancaman yang perlu diantisipasi sejak dini.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan atau yang akrab disapa Andi, menegaskan bahwa dinamika cuaca ekstrem saat ini bersifat meluas dan tidak hanya berdampak pada satu kawasan tertentu.

Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor krusial dalam meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan.

Menurut Andi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara rutin merilis peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem, termasuk untuk wilayah Cimahi.

Informasi tersebut, kata dia, harus dimanfaatkan secara maksimal sebagai langkah antisipasi di tingkat warga.

“Setiap hari BMKG mengeluarkan peringatan dini. Ini penting untuk menjadi acuan masyarakat dalam meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya, Senin (9/2/2026).

Ia menjelaskan, ancaman yang diwaspadai meliputi banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem, potensi aktivitas Sesar Lembang, gangguan teknologi, hingga kondisi darurat lainnya. 

Dampak cuaca ekstrem sendiri dapat memicu kejadian turunan seperti genangan, limpasan air, serta longsor di sejumlah titik rawan.

Saat ini, Kota Cimahi masih berstatus Siaga Darurat Geohidrometeorologi. Dalam kondisi tersebut, BPBD memastikan kesiapan personel, peralatan, serta memperkuat koordinasi lintas sektor bersama seluruh pemangku kepentingan kebencanaan.

Dengan status siaga tersebut, seluruh sumber daya disiapkan untuk mendukung proses penanganan darurat, mulai dari evakuasi hingga distribusi bantuan apabila dibutuhkan.

Sebaran wilayah rawan bencana di Cimahi pun dinilai cukup merata. Dari 15 kelurahan yang ada, hampir semuanya memiliki titik kerentanan masing-masing. Artinya, tidak ada wilayah yang benar-benar bebas risiko.

BPBD juga mencermati prediksi BMKG yang menyebutkan puncak musim hujan 2026 diperkirakan terjadi pada Maret mendatang.

Kondisi ini dinilai harus menjadi perhatian bersama agar masyarakat lebih siap menghadapi kemungkinan terburuk.

Sebagai langkah mitigasi, BPBD Kota Cimahi terus mengedepankan strategi pengurangan kerentanan serta peningkatan ketangguhan warga.

Tahun ini, BPBD merencanakan pemasangan delapan titik Early Warning System (EWS) untuk memantau muka air di sejumlah lokasi strategis.

Selain itu, edukasi kebencanaan terus digencarkan agar masyarakat mampu melakukan evakuasi mandiri, dimulai dari lingkungan keluarga.

Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan kota dalam menghadapi berbagai ancaman bencana yang berpotensi terjadi. (Bd20)
BPBD: Warga Cimahi Diminta Siaga

Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:

0Komentar