TfY7GUziTSC9BSGpTSOoBUz7TY==
Light Dark
Voice Fest Satukan Kompetisi Seni Akademik Mahasiswa

Voice Fest Satukan Kompetisi Seni Akademik Mahasiswa

Voice Fest Satukan Kompetisi Seni Akademik Mahasiswa
Daftar Isi
×
Kabaran Jabar, - Ajang The Voice Fest yang digagas oleh Penerbit Erlangga menjadi wadah pembinaan talenta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga berperan sebagai sarana penguatan kemampuan akademik, seni, serta kepercayaan diri mahasiswa melalui pengalaman tampil di tingkat nasional.

Kompetisi yang meliputi kategori paduan suara serta English Speech Competition menghadirkan proses seleksi yang ketat. Pada cabang paduan suara, para peserta menampilkan kualitas musikal yang mencerminkan proses latihan dan pembinaan berkelanjutan di masing-masing kampus. Penilaian dilakukan oleh dewan juri profesional dari latar belakang akademisi dan praktisi seni.

Buyung Alfian Noris Sudrajat dari British Council yang menjadi juri English Speech Competition menyampaikan bahwa penilaian pada ajang ini menuntut ketelitian tinggi. Ia menjelaskan bahwa sepuluh finalis yang tampil merupakan peserta terpilih dari sekitar 800 pendaftar yang mengikuti tahapan seleksi awal.
“Menilai peserta di tahap akhir ini sangat menantang karena kualitas mereka relatif merata. Setiap peserta memiliki kekuatan masing-masing, terutama dari sisi penguasaan materi dan cara penyampaian,” ujar Buyung.

Menurutnya, perbedaan tema yang dibawakan peserta menjadi faktor penting dalam penilaian. Penguasaan isi pidato sangat memengaruhi performa, terlebih ketika peserta dihadapkan pada tekanan panggung.
“Materi yang bagus bisa saja tidak tersampaikan secara maksimal jika peserta mengalami stage fright atau rasa gugup,” tambahnya.

Buyung juga menjelaskan bahwa pada babak Grand Final, peserta diharuskan menyampaikan pidato dengan tema baru yang ditentukan secara acak oleh panitia dengan waktu persiapan yang sangat terbatas.
“Peserta tidak boleh menggunakan topik yang sudah pernah dibawakan sebelumnya. Mereka harus menyusun pidato baru hanya dalam waktu satu malam. Ini melatih kemampuan berpikir cepat dan adaptif,” jelasnya.

Hal serupa disampaikan oleh Dr. Lestari Manggong selaku juri English Speech Competition. Ia menilai bahwa secara umum kualitas peserta sudah sangat baik, meskipun terdapat detail kecil yang menjadi pembeda dalam penilaian akhir.
“Semua peserta tampil dengan kualitas yang bagus. Namun, tetap ada aspek tertentu yang membuat satu penampilan lebih menonjol dibanding yang lain,” ungkap Dr. Lestari.

Ia menekankan bahwa kepercayaan diri menjadi faktor krusial dalam menyampaikan pidato.
“Ketika delivery pidato sudah kuat dan peserta tampil dengan penuh keyakinan, hal itu sangat memengaruhi keseluruhan penampilan,” ujarnya.

Tema yang dibawakan pada babak Grand Final merupakan salah satu dari lima topik yang telah ditentukan oleh panitia, antara lain Media Sosial, FOMO, Buku, dan Artificial Intelligence (AI). Tema tersebut ditetapkan oleh dewan juri untuk masing-masing finalis sebagai bentuk tantangan intelektual dan komunikasi.

Sementara itu, keberhasilan PSM “Swara Wadhana” dari Universitas Negeri Yogyakarta meraih juara kategori paduan suara menjadi bukti hasil pembinaan seni yang konsisten. Perwakilan tim, Carissa Aeryn Christer, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan mengikuti ajang nasional tersebut.

“Kami sangat bersyukur bisa berpartisipasi dan berkompetisi di Voice Fest 2026. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi tim kami,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada panitia, penyelenggara, dewan juri, serta seluruh peserta. Kompetisi ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk berkembang dan menunjukkan potensi terbaiknya,” katanya.

Carissa berharap The Voice Fest dapat terus diselenggarakan sebagai ajang bergengsi dengan atmosfer kompetisi yang sehat.

“Harapannya, Voice Fest bisa terus menjadi lingkungan kompetisi yang positif dan membuka peluang bagi mahasiswa untuk berprestasi di bidang-bidang yang mungkin belum banyak tereksplorasi sebelumnya,” pungkasnya.
Voice Fest Satukan Kompetisi Seni Akademik Mahasiswa

Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:

0Komentar