TfY7GUziTSC9BSGpTSOoBUz7TY==
Light Dark
KDM Ajak Lestarikan Budaya Sunda

KDM Ajak Lestarikan Budaya Sunda

KDM Ajak Lestarikan Budaya Sunda
Daftar Isi
×
Kabaran Jabar, - Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda 2026 berlangsung meriah di Kota Bogor, Jumat malam (8/5/2026).

Ribuan masyarakat memadati sepanjang jalur kirab mulai dari kawasan Prasasti Batutulis hingga kawasan budaya Jalan Suryakencana untuk menyaksikan prosesi budaya bertema “Napak Tilas Padjadjaran”.

Acara budaya akbar tersebut menjadi perhatian publik karena menghadirkan langsung Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM.

Ia turut mengawal prosesi kirab Mahkota Binokasih Sanghyang Pake yang menjadi lambang kebesaran dan legitimasi Kerajaan Sunda Pajajaran.

Kirab dimulai dari kawasan Batutulis dan bergerak menuju pusat Kota Bogor melewati Jalan Batutulis, Jalan Siliwangi, Jalan Pahlawan hingga Jalan Suryakencana. Sepanjang perjalanan, masyarakat tampak antusias menyambut rombongan budaya yang menampilkan berbagai kesenian tradisional khas tatar Sunda.

Mahkota Binokasih Jadi Simbol Kebangkitan Budaya Sunda

Dalam prosesi tersebut, Mahkota Binokasih dibawa secara khusus dengan pengawalan pasukan adat, seniman tradisional, jawara Sunda, pasukan berkuda, hingga iringan kesenian khas Sunda seperti angklung, kendang penca, dogdog lojor, tari tradisional Sunda, serta barisan pakaian adat dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Peserta kirab berasal dari berbagai unsur masyarakat dan komunitas budaya, di antaranya paguyuban seni budaya Sunda, perwakilan kerajaan dan kasepuhan adat, komunitas pencak silat, organisasi kepemudaan, pelajar, aparat pemerintahan daerah, hingga relawan budaya dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Selain Gubernur Jawa Barat, acara tersebut juga dihadiri Wali Kota Bogor, jajaran Forkopimda, tokoh adat Sunda, budayawan, ulama, pimpinan organisasi masyarakat, serta tamu budaya dari berbagai daerah di Nusantara.

Pidato KDM: “Sunda Jangan Hanya Jadi Kenangan”

Dalam pidatonya di hadapan ribuan warga, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa kirab budaya bukan sekadar seremoni, melainkan upaya menghidupkan kembali identitas dan marwah budaya Sunda di tengah modernisasi zaman.

“Sunda jangan hanya menjadi cerita masa lalu. Sunda harus menjadi kekuatan peradaban, kekuatan moral, dan kekuatan budaya yang hidup di tengah masyarakat modern,” ujar KDM dalam sambutannya.

Ia juga menekankan pentingnya mengenalkan sejarah Pajajaran kepada generasi muda agar masyarakat tidak tercerabut dari akar budayanya sendiri.

“Anak-anak kita harus tahu bahwa Bogor bukan hanya kota hujan, tetapi tanah sejarah besar Padjadjaran. Dari tanah ini lahir nilai gotong royong, kehormatan, dan keseimbangan hidup dengan alam,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, KDM turut mengajak masyarakat menjaga alam dan budaya secara bersamaan.

“Kalau hutannya rusak, gunungnya dirusak, sungainya dikotori, maka budaya Sunda kehilangan ruhnya. Karena leluhur Sunda hidup berdampingan dengan alam,” ucapnya yang disambut tepuk tangan masyarakat.

Dorong Pelestarian Budaya dan Wisata Sejarah

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjelaskan bahwa Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda 2026 memiliki sejumlah tujuan utama, di antaranya melestarikan budaya dan sejarah Sunda, memperkuat identitas budaya masyarakat Jawa Barat, mengenalkan sejarah Pajajaran kepada generasi muda, menghidupkan kembali wisata budaya, serta membangun semangat persatuan masyarakat Sunda lintas daerah.

Selain itu, kirab budaya ini juga menjadi simbol kebangkitan budaya lokal di tengah derasnya arus globalisasi dan modernisasi digital.

Antusiasme masyarakat terlihat luar biasa sepanjang acara berlangsung. Banyak warga rela menunggu sejak sore hari demi menyaksikan langsung iring-iringan budaya serta kehadiran KDM yang kini dikenal aktif mengangkat tradisi Sunda ke ruang publik.

Acara berlangsung hingga larut malam dengan pengamanan ketat aparat gabungan serta pengaturan lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama Kota Bogor. (Poy)
KDM Ajak Lestarikan Budaya Sunda

KDM Ajak Lestarikan Budaya Sunda

Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:

0Komentar