TfY7GUziTSC9BSGpTSOoBUz7TY==
Light Dark
Akademisi Ingatkan Fokus Pemerintahan Jangan Teralihkan Wacana Pilkada 2029

Akademisi Ingatkan Fokus Pemerintahan Jangan Teralihkan Wacana Pilkada 2029

Akademisi Ingatkan Fokus Pemerintahan Jangan Teralihkan Wacana Pilkada 2029
Daftar Isi
×
Kabaran Jabar, - Munculnya wacana pencalonan Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira sebagai calon Wali Kota pada Pilkada 2029 menuai sorotan dari kalangan akademisi.

Di tengah masa awal kepemimpinan Wali Kota Ngatiyana dan Wakil Wali Kota Adhitia Yudisthira, pembahasan mengenai kontestasi politik lima tahun mendatang dinilai belum tepat dilakukan.

Pengamat Politik dan Pemerintahan Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Arlan Siddha, menilai fokus utama pasangan kepala daerah saat ini seharusnya tertuju pada penyelesaian berbagai persoalan masyarakat serta realisasi program-program pembangunan yang telah dijanjikan kepada warga Kota Cimahi.

Menurut Arlan, pembicaraan mengenai peluang pencalonan pada Pilkada 2029 berpotensi menggeser perhatian pemerintah dari agenda pelayanan publik menuju kepentingan politik jangka panjang.
Akademisi Ingatkan Fokus Pemerintahan Jangan Teralihkan Wacana Pilkada 2029
Akademisi Ingatkan Fokus Pemerintahan Jangan Teralihkan Wacana Pilkada 2029
"Masyarakat menunggu bukti nyata, bukan janji manis soal perebutan kekuasaan nanti. Kalau pemimpinnya sudah sibuk mengatur strategi politik sendiri, soliditas pemerintahan pasti retak," ujar Arlan, Kamis (23/7/2026).

Ia menjelaskan, apabila isu politik lebih dominan dibandingkan agenda pemerintahan, dampaknya dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.

Selain itu, kondisi tersebut juga dinilai berpotensi menimbulkan kebingungan di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menjalankan roda pemerintahan secara profesional.

Arlan juga menilai langkah sejumlah pihak yang mulai mengangkat nama Adhitia sebagai calon pada Pilkada 2029 terkesan terlalu dini.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat memunculkan persepsi bahwa kepentingan politik lebih diprioritaskan dibandingkan penyelesaian amanah jabatan yang sedang diemban.

Menanggapi pernyataan Adhitia yang menyebut "kenapa tidak" ketika ditanya mengenai peluang maju pada Pilwalkot 2029, Arlan mengingatkan bahwa sikap tersebut sebaiknya dibarengi dengan penegasan bahwa prioritas utama saat ini adalah mendukung kepemimpinan Wali Kota Ngatiyana serta menuntaskan masa jabatan sebagai Wakil Wali Kota hingga selesai.

"Persaingan politik memang hal biasa, tapi jangan sampai ambisi pribadi mengorbankan kinerja pemerintahan. Kompetisi boleh, tapi jangan sampai merusak layanan yang sudah dirasakan warga sehari-hari," katanya.

Untuk menjaga stabilitas pemerintahan, Arlan mendorong agar komunikasi dan sinergi antara Wali Kota Ngatiyana dan Wakil Wali Kota Adhitia Yudisthira terus diperkuat.

Ia juga mengimbau partai politik agar tidak terburu-buru melakukan manuver politik, mengingat tahapan resmi Pilkada 2029 belum dimulai.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira memberikan tanggapan setelah namanya diusung partai sebagai bakal calon pada Pilwalkot 2029.

"Sebagai kader, prinsip kami adalah sami'na wa atha'na, mendengar dan taat. Jadi apabila partai memberikan kepercayaan dan tugas, saya pasti siap menjalaninya. Kalau memang ditugaskan dan masyarakat pun mendukung, kenapa tidak?" ujar Adhitia seperti dikutip sejumlah media daring.

Meski demikian, berbagai kalangan mengingatkan agar seluruh energi pemerintahan tetap difokuskan pada pelaksanaan program pembangunan, peningkatan pelayanan publik, dan pemenuhan harapan masyarakat Kota Cimahi selama masa kepemimpinan yang sedang berjalan. **

Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:

0Komentar