Kabaran Jabar, - Pujian hanyalah milik-Nya. Kepada-Nya segala pujian disampaikan, karena tidak ada satu pun kebaikan, keberhasilan, kekuatan, maupun pencapaian yang benar-benar berdiri sendiri tanpa kehendak-Nya.
Manusia boleh berusaha, bekerja keras, berjuang, dan memberikan yang terbaik. Namun di balik setiap langkah yang berhasil, selalu ada tangan Tuhan yang memberikan kesempatan, kekuatan, jalan, dan waktu.
Ketika seseorang mendapatkan keberhasilan, jangan sampai pujian membuat hati lupa diri. Ketika nama disebut dan penghargaan datang, jangan sampai manusia merasa bahwa semuanya semata-mata karena kemampuan dirinya sendiri.
Sebab apa yang kita miliki hari ini pada hakikatnya adalah titipan.
Kecerdasan adalah titipan. Jabatan adalah titipan. Rezeki adalah titipan. Kesehatan adalah titipan. Bahkan kesempatan untuk berbuat baik pun merupakan anugerah yang tidak semua orang mendapatkannya.
Karena itu, ketika pujian datang, sudah sepatutnya hati kembali mengingat-Nya.
Bukan berarti manusia tidak boleh menghargai usaha dan perjuangan seseorang. Penghargaan tetap penting sebagai bentuk apresiasi. Namun jangan pernah menjadikan pujian sebagai alasan untuk meninggikan diri dan merendahkan orang lain.
Sebab manusia hanya menjalani proses, sementara hasil akhirnya berada dalam kehendak-Nya.
Hari ini kita mungkin berada di atas, tetapi tidak ada yang menjamin posisi itu selamanya. Hari ini kita dipuji, tetapi suatu hari mungkin kita akan dilupakan. Hari ini kita memiliki banyak hal, tetapi semuanya dapat berubah dalam sekejap.
Maka, tetaplah rendah hati ketika dipuji dan tetaplah kuat ketika tidak dihargai.
Tidak perlu mengejar pengakuan manusia secara berlebihan. Cukuplah melakukan kebaikan dengan tulus, bekerja dengan sungguh-sungguh, dan menyerahkan hasilnya kepada-Nya.
Karena pada akhirnya, segala pujian akan kembali kepada Pemilik segala pujian.
Pujian hanyalah milik-Nya.
Hanya kepada-Nya segala pujian tersampaikan.
Dan semoga setiap langkah yang kita jalani tidak membuat kita semakin jauh dari-Nya, tetapi justru semakin dekat, semakin bersyukur, dan semakin memahami bahwa tanpa kehendak-Nya, kita bukanlah apa-apa. (Bd20)
Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:



0Komentar