Kabaran Jabar, - Menjelang Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang akan digelar pada 9 Februari mendatang di Provinsi Banten, gelombang dukungan dari berbagai elemen pers nasional kian menguat.
Salah satu dukungan tegas datang dari Media Independen Online (MIO) Indonesia yang menyatakan kesiapan penuh untuk terlibat aktif dalam menyukseskan agenda tahunan insan pers tersebut.
Komitmen itu disampaikan langsung Ketua Umum MIO Indonesia, AYS Prayogie, saat ditemui awak media di Setahun Kemarin Cafe, kawasan Sentiong, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).
Dalam suasana santai namun sarat makna, Prayogie menegaskan bahwa HPN 2026 harus melampaui sekadar seremoni rutin.
Menurutnya, HPN bukan hanya ajang perayaan, melainkan momentum strategis untuk melakukan refleksi mendalam sekaligus pembenahan menyeluruh terhadap wajah pers nasional.
“MIO Indonesia siap mendukung penuh pelaksanaan Hari Pers Nasional 2026 di Provinsi Banten. HPN harus menjadi ruang evaluasi dan perbaikan ekosistem pers, bukan berhenti pada seremoni tahunan,” tegas Prayogie.
Sebagai tuan rumah HPN 2026, Provinsi Banten disebut tengah mempersiapkan berbagai rangkaian kegiatan berskala nasional.
Mulai dari seminar, forum diskusi pers, pameran media, hingga agenda kolaboratif yang melibatkan organisasi wartawan, perusahaan pers, akademisi, serta pemerintah daerah.
Prayogie menilai, peringatan HPN 2026 memiliki relevansi yang kuat dengan kondisi pers saat ini. Ia menyoroti tekanan berat yang tengah dihadapi industri media, terutama pada aspek ekonomi dan kebebasan pers.
“Pers nasional sedang berada dalam situasi yang tidak mudah. Krisis ekonomi media nyata terjadi, distribusi iklan tidak merata, kebijakan belum sepenuhnya berpihak, ditambah tekanan terhadap kebebasan pers,” ungkapnya.
Kondisi tersebut, lanjut Prayogie, tidak hanya mengancam keberlangsungan perusahaan pers—khususnya media lokal dan independen—tetapi juga berdampak langsung pada kualitas karya jurnalistik serta kesejahteraan wartawan.
“Ketika media tidak sehat, yang terancam bukan hanya perusahaan pers, tetapi kualitas jurnalistik dan kesejahteraan wartawan. Ini harus menjadi isu utama yang dibahas dalam HPN 2026,” ujarnya.
Ia berharap, HPN 2026 di Banten mampu melahirkan rekomendasi konkret dan aplikatif untuk mendorong terciptanya ekosistem pers yang lebih adil, berkelanjutan, serta berpihak pada penguatan media lokal dan independen.
Selama ini, Hari Pers Nasional setiap 9 Februari menjadi ruang konsolidasi insan pers untuk mengevaluasi peran dan tantangan jurnalistik di tengah dinamika zaman.
Dengan Banten sebagai tuan rumah, harapan pun menguat agar HPN 2026 tidak sekadar meninggalkan jejak seremoni, melainkan menjadi titik awal langkah nyata bagi masa depan pers nasional. **
Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:


0Komentar