Kabaran Jabar, - Di tengah derasnya arus informasi dan dinamika kehidupan sosial, kita sering dihadapkan pada pilihan: berpihak atau bersikap objektif.
Namun, satu hal yang kerap luput disadari adalah kecenderungan untuk memilah-milah organisasi atau media berdasarkan kepentingan, kedekatan, atau persepsi sempit yang belum tentu benar.
Sikap seperti ini, jika terus dibiarkan, dapat merusak tatanan komunikasi publik. Organisasi dan media sejatinya hadir sebagai wadah untuk menyampaikan aspirasi, memperjuangkan kepentingan masyarakat, serta menjadi jembatan informasi yang sehat dan berimbang.
Ketika kita mulai memilah dengan standar subjektif, maka yang terjadi bukan lagi keterbukaan, melainkan sekat-sekat yang mempersempit ruang dialog.
Tidak ada organisasi yang sempurna, begitu pula media. Masing-masing memiliki karakter, visi, dan cara kerja yang berbeda.
Perbedaan inilah yang seharusnya menjadi kekuatan, bukan alasan untuk saling menjatuhkan atau mengucilkan. Dalam keberagaman, justru lahir sudut pandang yang lebih kaya dan solusi yang lebih komprehensif.
Memilah organisasi atau media juga berpotensi menimbulkan konflik kepentingan. Ketika seseorang hanya mendukung kelompok tertentu, objektivitas menjadi taruhan.
Informasi bisa dipelintir, fakta bisa diabaikan, dan kebenaran menjadi kabur. Pada akhirnya, masyarakatlah yang dirugikan.
Sebaliknya, sikap terbuka dan tidak diskriminatif akan mendorong terciptanya ekosistem yang sehat. Kita bisa belajar dari berbagai sudut pandang, memperluas wawasan, serta membangun sinergi yang lebih kuat. Kritik tetap diperlukan, namun harus disampaikan secara konstruktif, bukan berdasarkan sentimen.
Dalam dunia yang semakin terhubung ini, kolaborasi menjadi kunci. Organisasi dan media, apapun latar belakangnya, memiliki peran penting dalam membangun peradaban yang lebih baik.
Dengan tidak memilah secara sempit, kita membuka peluang untuk bekerja bersama, saling melengkapi, dan menciptakan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.
Mari kita ubah cara pandang. Bukan lagi melihat perbedaan sebagai batas, tetapi sebagai peluang. Karena pada akhirnya, tujuan kita sama: menciptakan ruang yang adil, informatif, dan bermanfaat bagi semua.
Oleh: Warsono alias (Mas Bons)
Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:


0Komentar