TfY7GUziTSC9BSGpTSOoBUz7TY==
Light Dark
Polres Cianjur Bentuk Posko Gakkumdu Cegah Pelanggaran Pilkades

Polres Cianjur Bentuk Posko Gakkumdu Cegah Pelanggaran Pilkades

Polres Cianjur Bentuk Posko Gakkumdu Cegah Pelanggaran Pilkades
Daftar Isi
×
Kabaran Jabar, - Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat, membentuk Posko Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) untuk mencegah sekaligus menindak potensi pelanggaran dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Polres Cianjur dalam menjaga keamanan dan kondusivitas selama seluruh tahapan Pilkades, termasuk mengantisipasi praktik politik uang atau money politic yang berpotensi terjadi.
Polres Cianjur Bentuk Posko Gakkumdu Cegah Pelanggaran Pilkades
Polres Cianjur Bentuk Posko Gakkumdu Cegah Pelanggaran Pilkades
Kapolres Cianjur, AKBP Alexander Yurikho Hadi, S.I.K., M.H., mengatakan setiap pelaksanaan Pilkades memiliki potensi kerawanan yang harus dipetakan sejak awal. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah dugaan politik uang dan berbagai bentuk pelanggaran lainnya.

"Setiap kerawanan kami petakan untuk dilakukan pencegahan, termasuk pembentukan panitia hingga hari pemilihan. Ini dilakukan guna menjamin keamanan, kenyamanan dan kondusivitas selama tahapan pilkades berjalan," ujarnya di Cianjur.

Kapolres menyampaikan, pembentukan posko Gakkumdu telah disosialisasikan kepada masyarakat. Ruang dan fasilitas posko telah disiapkan di Polres Cianjur untuk memudahkan masyarakat dalam membuat laporan. 

Masyarakat juga diberikan ruang untuk melaporkan dugaan pelanggaran selama tahapan Pilkades melalui Call Center 110.

300 Personel Disiagakan di 47 Desa  
Untuk pengamanan, Polres Cianjur menyiapkan 300 personel yang akan ditempatkan di sejumlah desa pelaksana Pilkades. Pilkades serentak dijadwalkan berlangsung di 47 desa pada sejumlah kecamatan di Kabupaten Cianjur pada Oktober 2026.

"Penempatan personel di sejumlah desa yang menggelar pilkades 2026 guna mengantisipasi berbagai potensi kerawanan, termasuk mengantisipasi berbagai tindak pidana yang berpotensi muncul selama tahapan hingga pelaksanaan pemilihan," jelas AKBP Alexander.

Pengamanan tidak hanya difokuskan pada potensi keributan. Polres Cianjur juga belajar dari pengalaman sebelumnya yang sempat diwarnai persoalan, termasuk kejadian pembakaran.

Selain itu, karena Pilkades 2026 menggunakan sistem digital, aspek keamanan siber menjadi perhatian khusus.

"Termasuk perhatian khusus terhadap ancaman kejahatan siber karena pilkades kali ini menggunakan sistem digital. Kami telah berkoordinasi dengan Direktorat Siber Polda Jabar untuk memastikan sistem dan perangkat yang digunakan memiliki keamanan yang memadai," katanya.

Dengan berbagai langkah tersebut, Polres Cianjur berupaya memastikan Pilkades Serentak 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif, serta mencegah berbagai bentuk pelanggaran yang dapat mengganggu jalannya pesta demokrasi di tingkat desa. **

Ikuti saluran Kabaran Jabar Portal Informasi di WhatsApp:

0Komentar